MEA Untungkan UKM

Senin 05-01-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

JAKARTA - Ekspor Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya tidak menghadapi kendala berarti menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Ini karena memang para pelaku UKM bisa bersaing di era MEA dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Demikian yang dikatakan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dalam rilis, Minggu (4/1), usai melakukan kunjungan kerja ke Asosiasi Mebel dan Kerajinan Tangan Indonesia (Asmindo) di Sukoharjo dan produsen batik ekspor di Manang, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/1). “Saya ingin memastikan UKM pelaku ekspor kita tidak menghadapi kendala serius menjelang diberlakukannya MEA. Saya ingin juga agar generasi muda kita bisa menjadi penerus, menjadi wirausaha-wirausaha ekspor yang bisa membuka kesempatan kerja bagi banyak orang,” ujarnya. Direktur Kharisma Rotan Mandiri, yang juga anggota Asmindo Supriyadi mengatakan, sampai sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti dalam memasarkan produknya ke berbagai negara khususnya Amerika Serikat (AS). “Saat ini kami justru diuntungkan saat nilai tukar dolar tinggi, tapi kami lebih memilih kepastian nilai tukar tersebut. Kami berharap pemerintah bisa memberikan kepastian itu,” katanya. Perusahaan Supriyadi memiliki volume usaha USD 280.000 perbulan dengan produk meliputi furniture, kerajinan tangan, dan perabotan rumah tangga yang unik. Sementara produsen batik CV Pria Tampan di Manang Sukoharjo, Solo, Inung mengaku tidak menghadapi kendala berarti dalam mengekspor dan memproduksi batik printing maupun tulis. Perusahaannya yang mempekerjakan 200 karyawan itu memproduksi 600 ribu -1 juta yard (1 yard setara 91,4 cm) kain batik per tahun. ”Kami saat ini ekspor ke AS, kendala yang kami hadapi hanya terbatas pada memproduksi barang agar sesuai sampel yang dipesan. Faktor cuaca sangat mempengaruhi batik yang dihasilkan karena selama ini belum ada teknologi yang bisa memberikan penyinaran sesempurna matahari. Kalau mendung atau hujan terus-menerus, corak batiknya berbeda dibandingkan saat musim kemarau,” imbuhnya. Selain itu, ia juga berharap pemerintah memberikan kemudahan atau insentif bagi para pelaku usaha yang bergerak di bidang ekspor khususnya dalam hal pengurusan dokumen dan perizinan. (ers)

Tags :
Kategori :

Terkait