CIREBON - Sudah tiga hari terakhir, puluhan dump truck pengangkut sampah tidak bisa masuk ke dalam Tempat Penampungan Akhir Sampah (TPAS) Ciledug. Puluhan armada angkutan tersebut terpaksa menumpahkan muatannya di jalan pintu masuk TPAS. Beberapa faktor jadi penyebab armada-armada tersebut tidak bisa masuk adalah kondisi TPA yang sudah nyaris overload atau kelebihan kapasitas. Selain itu, medan jalan yang becek dan berlumpur, sehingga menyulitkan kendaraan untuk masuk. Yang lebih parah, kini aktivitas para pemulung sudah bergeser dan beralih ke sisi tanggul yang lebih dekat dengan jalan umum yang menghubungkan Cirebon dan Brebes. Bau busuk tercium menusuk hidung, terlebih selama musim hujan, volume sampah terus bertambah tanpa bisa berkurang, karena kondisi sampah basah tidak bisa dibakar. Anggota Komisi V DPR RI, Yoseph Umar Hadi kepada Radar mengatakan, persoalan sampah tidak hanya terjadi di Kabupaten Cirebon, namun ada masalah tersebut muncul dan terjadi di banyak tempat. “Bukan hanya Cirebon ya, banyak daerah di Indonesia menghadapi persoalan dalam penanganan sampah. Ini yang harus segera dicari jalan keluarnya,” ujar dia. Yoseph pun meminta agar ada intervensi pemerintah pusat dalam hal penanganan sampah di daerah, sehingga persoalan yang timbul di daerah bisa segera diselesaikan. “Tidak hanya di Cirebon, tapi semua wilayah, terutama yang punya masalah persampahan. Intervensi pemerintah dalam hal ini bukan membatasi kewenangan pemerintah daerah, tapi membantu mendorong pemerintah daerah dan memfasilitasi hal-hal yang diperlukan untuk mengatasi persoalan sampah ini,” imbuhnya. Terpisah, Pengawas TPA Ciledug, Tajudin kepada Radar mengatakan, informasi ditutupnya TPAS Ciledug sudah ia dengar beberapa waktu lalu. Namun ia tidak mengetahui akan dialihkan ke mana, jika nanti TPAS Ciledug sudah ditutup. “Saya justru tahu dari teman-teman yang di lapangan, kalau TPA tidak diperpanjang kontraknya. Infonya, kontrak tidak diperpanjang. Tapi kalau dari pimpinan di dinas langsung ke kita, belum ada sosialisasi atau penyampaian lebih jauh. Terlebih, saya baru Januari kemarin, ditugaskan ke sini,” ujar Tajudin. Dijelaskan Tajudin, setiap harinya sekitar 27 kendaraan dump truck masuk ke TPAS Ciledug dengan membawa sampah-sampah dari berbagai lokasi di Kabupaten Cirebon. Saat ini, kondisi TPAS Ciledug sudah telihat penuh, bahkan nyaris overload. “Kita bongkar muatan dump truck di jalan pintu masuk. Lalu sampah-sampahnya kita tarik masuk TPA. Sementara ini yang bisa kita lakukan terlebih dahulu,” ungkapnya. (dri)
TPA Ciledug Overload, Harus Ada Intervensi Pusat
Rabu 21-02-2018,21:32 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-04-2026,16:23 WIB
BREAKING NEWS: Diduga Serangan Jantung, Pengemudi Mobil Xpander Merah Kejang di Jl dr Cipto Kota Cirebon
Senin 06-04-2026,19:31 WIB
Dugaan Korupsi Rp5 Miliar di Desa Gombang, Warga Desak Bupati Cirebon Bertindak
Senin 06-04-2026,14:12 WIB
8 Armada Diterjunkan, Tumpukan Sampah di Desa Kecomberan Talun Akhirnya Teratasi
Selasa 07-04-2026,07:01 WIB
Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Asli, Cukup Bawa Ini
Senin 06-04-2026,14:37 WIB
Semakin Mewah dan Retro, New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Spesial Burgundy
Terkini
Selasa 07-04-2026,14:04 WIB
Jalur KA di Emplasemen Bumiayu Sudah Bisa Dilalui Terima Kasih atas Kesabaran Pelanggan
Selasa 07-04-2026,13:33 WIB
Dari Dapur Sederhana, Perempuan Tangguh Ini Sukses Kembangkan Usaha Kue dan Banjir Pesanan Berkat Dukungan BRI
Selasa 07-04-2026,13:00 WIB
Krisis Sampah Usai Lebaran, DLH Kabupaten Cirebon Beberkan Solusi dan Kendala
Selasa 07-04-2026,12:30 WIB
Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon Dibuka Juni 2026, Gratis dan Berasrama
Selasa 07-04-2026,12:03 WIB