PITTSBURGH – Seorang pria bernama Robert Bowers didakwa membunuh 11 orang dalam sebuah serangan di Sinagoga (tempat beribadahnya orang Yahudi) di Pittsburgh, Amerika Serikat. Serangan ini diyakini sebagai serangan anti-Semit terburuk dalam sejarah negara tersebut. Robert yang berusia 46 tahun itu, melakukan aksinya di Sinagoga Tree of Life saat berlangsungnya ibadah Sabat. Atas aksinya, pria itu dihadapkan pada 29 pasal, termasuk penggunaan senjata api untuk melakukan pembunuhan. 29 tuduhan yang diutarakan kepada pelaku tersebut diumumkan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Pengacara AS di Distrik Barat Pennsylvania. Jaksa federal mengatakan mereka juga akan mengajukan tuduhan kejahatan kebencian. Dan pelaku dapat diancam dengan hukuman mati. Presiden Donald Trump menggambarkan aksi serangan itu sebagai aksi pembunuhan massal yang keji.Dalam serangan yang terjadi pada hari Sabtu (27/10), tersangka yang juga terluka dalam aksi baku tembak, melukai enam orang, empat orang di antaranya adalah petugas kepolisian. Ratusan orang dari lingkungan sekitar dan juga di seluruh Pittsburgh, kemudian berkumpul untuk melangsungkan aksi jaga antaragama di Squirrel Hill. Sophia Levin, seorang penduduk lokal dan salah satu penyelenggara, kepada BBC mengatakan orang-orang ingin berkumpul bersama, karena aksi ini diyakini akan mampu membantu menyembuhkan kota dari rasa takut.Presiden Trump sendiri mengatakan akan segera melakukan kunjungan ke kawasan tersebut. Presiden ke-45 AS itu juga memerintahkan, agar bendera AS di gedung-gedung pemerintahan, dikibarkan setengah tiang hingga 31 Oktober mendatang. Dia menggambarkan aksi pria bersenjata itu sebagai perbuatan seorang maniak dan menyarankan AS harus memperkuat hukum mereka tentang hukuman mati. \"Orang-orang ini harus membayar harga tertinggi. Ini harus dihentikan,\" kata suami Melania Trump itu. Pada Sabtu pagi, para penyembah berkumpul di Sinagoga untuk melakukan upacara pemberian nama bayi selama hari Sabat. Kawasan Squirrel Hill tersebut diketahui memiliki salah satu populasi Yahudi terbesar di Pennsylvania. Menurut laporan kepolisian, mereka menerima panggilan pertama terkait dengan aksi penembak itu pada pukul 09:54 waktu setempat dan mengirim petugas ke tempat kejadian semenit berselang. Menurut informasi agen FBI Robert Jones, Bowers, memasuki gedung itu saat berlangsungnya kebaktian pagi, dipersenjatai dengan senapan dan tiga senjata lainnya. Dia menyerah setelah aksi baku tembak dengan pihak yang berwajib, dan sekarang tengah menjalani perawatan rumah sakit. Direktur Keselamatan Publik Pittsburgh Wendell Hissrich mengatakan kepada wartawan jika insiden ini merupakan salah satu insiden terburuk yang pernah ia lihat dalam hidupnya. Hissrich juga mengatakan tidak ada anak-anak yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. (ruf/fin)
Aksi Penembakan saat Ibadah, 11 Orang Tewas
Selasa 30-10-2018,04:26 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,21:27 WIB
Geger! Pria Ditemukan Tewas di Dasar Balong Kesenden Cirebon, Begini Kronologinya
Minggu 22-03-2026,19:34 WIB
Tunjangan Guru Skema Baru 2026 Cair Bulanan, Lebih Pasti dan Bikin Tenang
Minggu 22-03-2026,21:00 WIB
Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Gaming agar Tidak Overbudget
Minggu 22-03-2026,23:00 WIB
Diskon Tarif Tol Arus Balik Lebaran 2026 Capai 30 Persen, Catat Jadwal dan Rutenya
Senin 23-03-2026,04:20 WIB
Veda Ega Cetak Sejarah! Raih Podium Moto3 Brasil 2026, Indonesia Bangga
Terkini
Senin 23-03-2026,14:30 WIB
Primaya Hospital Kelapa Gading Perkuat Layanan dengan Peluncuran Penanganan GERD dan Dialisis Modern
Senin 23-03-2026,14:18 WIB
Arus Balik Pantura Cirebon H+1 Lebaran Mulai Meningkat, Lalu Lintas Ramai Lancar
Senin 23-03-2026,14:00 WIB
Abaikan Larangan KDM, Penyapu Koin Indramayu Nekat Beraksi saat Arus Balik Lebaran
Senin 23-03-2026,13:54 WIB
Rekor Bersejarah! Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Bikin Bangga Indonesia
Senin 23-03-2026,13:44 WIB