Dalam hitungan jam setelah pengumuman Uni Eropa, Italia yang memiliki salah satu angka kematian COVID-19 tertinggi di dunia mengatakan tidak akan menerapkan aturan tersebut, dan menerapkan karantina bagi negara yang tidak menjadi bagian dari zona bebas visa Schengen.
“Situasi global tetap sangat kompleks. Kami harus mencegah pengorbanan yang sudah dilakukan warga Italia dalam beberapa bulan terakhir tidak berakhir sia-sia,” kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.
Negara yang masih berjuang mengatasi COVID-19 seperti Rusia, Brasil, Turki dan Amerika Serikat tidak masuk dalam daftar. Alasannya, karena keadaan di negara-negara tersebut masih jauh lebih buruk dibandingkan keadaan di Eropa.
Amerika Serikat mencatat, kenaikan kasus dalam seminggu terakhir dan otoritas di negara tersebut memperingatkan bahwa ada kemungkinan penambahan 100 ribu kasus dalam satu masa 24 jam.
Brasil dan Rusia menjadi negara kedua dan ketiga yang paling banyak memiliki kasus sekarang ini. Sedangkan Turki yang berada di pintu terdepan Uni Eropa merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang paling banyak memiliki kasus corona.
Cina sudah secara prinsip disetujui untuk masuk dalam daftar, namun perjalanan hanya akan bisa dilakukan bila otoritas di Tiongkok juga setuju menerima kedatangan pengunjung dari Uni Eropa. (der/fin)