Daya Motor

STMIK IKMI Cirebon Perkuat Kerjasama ASEAN

STMIK IKMI Cirebon Perkuat Kerjasama ASEAN

Implementasi kerjasama internasional bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat antara STMIK IKMI Cirebon dengan SEAMEO TED dan NIEI Kamboja.-Ade Gustiana-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - STMIK IKMI Cirebon membuktikan kerjasama internasional tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Dua institusi di Kamboja menjadi mitra strategis, yakni SEAMEO Technical Education Development (SEAMEO TED) di Phnom Penh dan National Institute of Entrepreneurship and Innovation (NIEI).

Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dr Dadang Sudrajat SSi MKom, menegaskan internasionalisasi menjadi kebutuhan strategis menuju visi 2030 sebagai perguruan tinggi unggulan berbasis Artificial Intelligence (AI), berkarakter mandiri, dan berdaya saing global.

"Kehadiran mahasiswa asing di kelas, menjadi pemicu peningkatan mutu akademik sekaligus membuka jejaring internasional bagi mahasiswa," tutur Prof Dadang di kampus setempat, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Rabu (11/2/2026).

BACA JUGA:Promo Menarik KIA New Sonet di IIMS 2026, Compact SUV Canggih dengan ADAS dan Garansi 7 Tahun

Kerjasama dengan SEAMEO TED terjalin sejak September 2022. SEAMEO merupakan organisasi menteri pendidikan se-Asia Tenggara, sedangkan SEAMEO TED fokus pada pengembangan pendidikan teknik dan vokasi.

Implementasinya diwujudkan melalui pengiriman empat mahasiswa Kamboja untuk menempuh studi S1 di STMIK IKMI Cirebon.

Mereka terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, tersebar di Program Studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak.

Keempat mahasiswa tersebut mengikuti perkuliahan reguler sejak semester satu dan mempelajari mata kuliah inti seperti algoritma sesuai kurikulum kampus. Tidak ada kelas khusus. Proses akademik berjalan setara dengan mahasiswa lokal.

BACA JUGA:Main Lucky Mole Bisa Dapat Saldo DANA Rp203.000 Gratis, Begini Cara Mudahnya!

Untuk mendukung adaptasi bahasa, kampus menyelenggarakan short course Bahasa Indonesia khusus bagi penutur Khmer. Program berlangsung 40 jam, rutin setiap Selasa dan Rabu pagi. Pengajar merupakan akademisi asal Kamboja lulusan magister Bahasa Indonesia.

"Program telah selesai dan diharapkan semester dua mereka sudah mampu berkomunikasi lancar dalam Bahasa Indonesia," ucap Dadang.

Wakil Ketua Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dian Ade Kurnia MKom PhD, menekankan bahwa nilai kerjasama terletak pada implementasinya. MoU harus dibuktikan melalui aktivitas konkret dan berdampak.

Selain bidang pendidikan, implementasi juga menyasar tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat internasional. Bersama National Institute of Entrepreneurship and Innovation (NIEI) Kamboja, STMIK IKMI Cirebon akan menggelar International Community Service pada Mei 2026.

BACA JUGA:Nasabah Tak Lagi Panik, Begini Proses Pencairan Dana Nasabah BPR Bank Cirebon oleh LPS

Program ini berfokus pada pelatihan pengelolaan UMKM berbasis digitalisasi dan AI. Tahap awal dilakukan secara daring pada April 2026, kemudian dilanjutkan kunjungan langsung ke Kamboja selama lima hingga enam hari. Sekitar lima dosen akan diberangkatkan untuk seminar, pelatihan, dan kunjungan industri bagi pelaku UMKM mitra NIEI.

"Kerjasama ini sekaligus menjadi pintu masuk ekspansi kolaborasi ke negara Asia Tenggara lain, termasuk Vietnam," pungkas Prof Dian. (ade)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: