Ajaran Xi jadi Kurikulum, Atdikbud RI: Tak Pengaruhi Pelajar Indonesia di Beijing

Ajaran Xi jadi Kurikulum, Atdikbud RI: Tak Pengaruhi Pelajar Indonesia di Beijing

ATASE Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing, Yaya Sutarya, menilai dimasukkannya pemikiran Xi Jinping dalam kurikulum pendidikan nasional Tiongkok tidak berdampak terhadap para pelajar Indonesia.

“Itu hanya untuk pendidikan lokal. Untuk PT (perguruan tinggi) dan siswa internasional tidak akan terpengaruh,” ujar Yaya kepada Antara di Beijing, Jumat (27/8).

Yaya meminta semua pihak di Indonesia tetap tenang agar para pelajar asal Indonesia di Tiongkok bisa menjalankan program pendidikannya dengan lancar. Beberapa tahun sebelumnya, di Indonesia pernah geger oleh isu para pelajar Indonesia di Tiongkok disusupi ajaran komunisme.

Yaya menegaskan bahwa pemikiran Presiden Tiongkok Xi Jinping itu dalam kurikulum pendidikan nasional di negaranya untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Itu seiring dengan penetrasi budaya asing yang semakin menguat kepada generasi Z.

“Jadi, kebijakan itu dimaksudkan untuk memperkuat persatuan internal, tidak memengaruhi ideologi pelajar internasional karena memang kurikulumnya berbeda,” kata Yaya menambahkan.

Kementerian Pendidikan Tiongkok (MOE), Selasa (24/8), mengeluarkan buku panduan untuk memasukkan pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme Berkarakter Tiongkok pada Era Baru ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Dimasukkannya pemikiran Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok (CPC) ke dalam kurikulum pendidikan nasional itu untuk membantu kalangan remaja setempat menanamkan paham Marxisme sekaligus memperkuat teori, sistem, dan budaya sosialis sesuai dengan karakter rakyat Tiongkok, demikian buku panduan itu.

Panduan itu mencakup pemikiran Presiden Xi yang diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan dasar, tinggi, kejuruan, dan berbagai subjek pendidikan lainnya. Seperti disampaikan Han Zhen, anggota Komisi Buku Pendidikan Nasional.

Para murid sekolah dasar akan difokuskan untuk menanamkan rasa cinta negeri, Partai Komunis Tiongkok, dan sosialisme. Untuk pendidikan menengah fokusnya pada pengalaman dan pengetahuan untuk membantu siswa membentuk penilaian dan opini politik dasar.

Para mahasiswa perguruan tinggi lebih ditekankan pada pembentukan pemikiran teoritis atas ajaran Xi tersebut. Kurikulum tersebut akan berlaku pada semester atau tahun ajaran baru yang akan dimulai pada akhir Agustus atau awal September.(jp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: