Yamaha 2022-09

Gempa Bumi 5,1 Magnitudo Guncang Laut Banda Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi 5,1 Magnitudo Guncang Laut Banda Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan 5,1 magnitudo terjadi di Laut Banda Provinsi Maluku, Rabu 21 September 2022.-Paula-Pixabay

Radarcirebon.com, MALUKU - Laut Banda Provinsi Maluku diguncang gempa bumi pada Rabu 21 September 2022 pukul 18.57 WIB.

Gempa bumi yang mengguncang tersebut berada di Maluku Tenggara Barat.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa bumi di Laut Band Maluku berkekuatan magnitudo 5,1 dan kedalaman 83 kilometer.

BACA JUGA:Bauran Energi Terus Didorong Pemerintah bagi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terkini dengan magnitudo 4,8.

Ia mengemukakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,00 LS, 131,19 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 178 km barat daya Maluku Tenggara pada kedalaman 83 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Banda," paparnya.

BACA JUGA:V Power dan Gaji 6 Juta di Cirebon Trending Topic di Twitter, Gara-gara Pria Ini

Ia menambahkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), disampaikan bahwa gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Molu Maru, Wuar Labobar, Kur Selatan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," katanya.

BACA JUGA:Alvin Lim Sebut Kejaksaan Sarang Mafia, Persaja Kota Cirebon Lapor Polisi

Ia menambahkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Daryono menyampaikan hingga pukul 19.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Sumber: reportase