Yamaha 2022-09

Kerusuhan Usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya, PSSI Bentuk Tim Investigasi

Kerusuhan Usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya, PSSI Bentuk Tim Investigasi

Tragedi di Stadion Kanjuruhan menyebabkan ratusan suporter meninggal dunia.-Ist-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, MALANG - Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir dengan kerusuhan, bakal dilakukan investigasi termasuk oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan, akan mengirimkan tim investigasi ke Malang, Jawa Timur, untuk menyelidiki kerusuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Pihaknya juga mendukung aparat kepolisian melakukan investigasi medalam atas kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut.

PSSI juga mengambil langkah penting yakni, menghentikan Liga 1 untuk satu pekan ke depan sebagai bentuk duka cita yang mendalam kepada para korban.

BACA JUGA:Akibat Kericuhan Pasca Laga Arema FC vs Persebaya, Dikabarkan Puluhan Suporter Meninggal Dunia

BACA JUGA:Hadiri Pembukaan Kompetisi Menembak, Ridwan Kamil: Semoga Hasilnya Baik

Jumlah korban luka mencapai 180 orang dan korban meninggal mencapai 127 orang akibat kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya yang berlangsung Sabtu malam, 1, Oktober 2022.

Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh seusai laga.

Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Iriawan.

BACA JUGA:Kepercayaan Publik Turun, Begini Saran Komisi IX DPR RI ke BPJS Ketenagakerjaan

BACA JUGA:Bantu Korban Gempa Bumi di Tapanuli Utara, Menteri Sosial Tri Rismarini: Semoga Cepat Sampai

Iriawan menambahkan bahwa PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Apalagi kejadian ini sangat mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," tukasnya.

Sumber: