Kasus Gagal Ginjal Akut Menurun, Ternyata Berkat Obat Ini yang Jadi Penangkalnya

Kasus Gagal Ginjal Akut Menurun, Ternyata Berkat Obat Ini yang Jadi Penangkalnya

Cara kerja obat gagal ginjal akut pada anak yakn Fomepizole Injection.-Ilustrasi/Dzulham Fadholi-radarcirebon.com

"Kalau kemarin kenaikan kasus bisa mencapai 75 sampai 100 pasien, tapi setelah tanggal 18 (Oktober) itu, hanya 4-5 kasus, dan akhirnya sampai saat ini dibawah 5 kasus,” terang Jubir Syahril.

BACA JUGA:Waspada! Inilah Daftar Penyakit yang Mengintai Saat Musim Hujan

Selain itu, kata Syahril, berkurangnya tren kasus gagal ginjal akut juga dipengaruhi pemberian obat penawar.

Yakni Fomepizole yang diberikan secara gratis sebagai bagian dari terapi/pengobatan pada pasien.

Obat tersebut telah diujicoba kepada pasien gagal ginjal akut yang dirawat di RSCM Jakarta.

BACA JUGA:Pemerintah Provinsi Jawa Barat Mulai Salurkan Bansos untuk Nelayan dan Nakhoda

Hasilnya, sebagian besar pasien mengalami perbaikan yang signifikan.

Kemenkes mengklaim pemerintah terus berupaya mendatangkan obat injeksi Fomepizole dari berbagai negara sebagai langkah mitigasi penyakit gagal ginjal akut.

Hingga saat ini, sekitar 246 vial obat Fomepizole dari Jepang, Singapura dan Australia tiba di Indonesia.

Ia merinci dari total 246 vial Fomepizole, 146 vial telah didistribusikan ke 17 RS rujukan di Indonesia.

BACA JUGA:Instruksi Kapolda Jabar: Izin Konser Musik di Jawa Barat Diperketat

Sisanya, sekitar 100 vial Fomepizole akan dijadikan buffer stok pusat.

“Kami sampaikan bahwa sekitar 87 persen Fomepizole injeksi adalah hibah gratis dan tidak ada komersialiasi, ini semata-mata untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari gagal ginjal akut,” terang Jubir Syahril. (jun)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase