Penemuan Mayat di Sumuradem Indramayu, Ternyata ABK KM Bahari Nusantara yang Jatuh ke Laut

Penemuan Mayat di Sumuradem Indramayu, Ternyata ABK KM Bahari Nusantara yang Jatuh ke Laut

Penemuan mayat ABK KM Bahari Nusantara di Laut Sumuradem Indramayu, setelah tenggalam di Perairan Karangsong. -Komarudin Kurdi-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Penemuan mayat pria berjaket tanpa indentitas yang mengapung di pantai PLTU Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (12/1) ternyata ABK KM Bahari Nusantara.

Seperti diketahui, sejumlah awak kapal KM Bahari Nusantara jatuh ke laut dan tenggelam di sekitar perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu.

Jenazah teridentifikasi atas nama Wahyu Perdana (30), nelayan asal Brebes Jawa Tengah yang hilang di pantai Karangsong, Jumat, 6, Januari 2023.

Wahyu Perdana bersama rekannya Catur Hadian (20) dlaporkan hilang diduga terjatuh dari Kapal Motor Bahari Nusantara yang ditumpanginya.

BACA JUGA:Berantas Pembegalan, Gubernur Ridwan Kamil Perkuat Koordinasi Tingkatkan Keamanan

BACA JUGA:Nashrudin Azis: Saya Akan Kembalikan Kejayaan PDI Perjuangan di Kota Cirebon

Catur Hadian kemudian berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara Wahyu Perdana hilang tenggelam.

Komandan Kapal Patroli VIII-1006, Ditpolair Polda Jabar Pos Eretan Wetan, Bripka Masnudin, membenarkan bahwa mayat pria tersebut adalah Wahyu Perdana, yang hilang di laut Karangsong, Indramayu.

Indentitasnya diketahui setelah dilakukan indentifikasi oleh Inafis bersama tim medis RS Bhayangkara Losarang.

"Dari hasil indentifikasi ada kecocokan dan kesamaan sesuai indentitas SIM korban," kata Masnudin. 

BACA JUGA:Nashrudin Azis Masuk PDI Perjuangan, Pengamat: Suara Partai Demokrat Bisa Terpengaruh

BACA JUGA:Dijaga Ketat Aparat Kepolisian, Lukas Enembe Tiba di KPK: Pakai Kursi Roda dan Tangan Diborgol

Menurut Masnudin, lokasi korban ditemukan dengan perairan laut Karangsong jaraknya sangat jauh, yakni puluhan mil.

Sedangkan kondisi cuaca laut saat ini musim baratan atau arah angin dari barat laut. Sehingga tidak menyangka mayat pria yang diketemukan warga nelayan di pantai PLTU Sumuradem itu adalah Wahyu Perdana.

"Kalau melihat arah mata angin tubuh korban saat tercebur dan tenggelam akan terbawa arus ke arah timur dari lokasi kejadian. Tapi jika disebabkan putaran arus gelombang memang bisa terjadi. Itu putaran arusnya sangat kencang sehingga terbawa ke arah barat," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: