Erick Thohir Inspeksi Stadion Si Jalak Harupat: Kondisi Rumput Lapangan Siap Pakai

Erick Thohir Inspeksi Stadion Si Jalak Harupat: Kondisi Rumput Lapangan Siap Pakai

Erick Thohir bersama rombongan mengecek kesiapa Stadion Si Jalak Harupat jadi venue Piala Dunia U-20.-pssi.org-

BANDUNG, RADARCIREBON.COM - Ketua Penyelenggara FIFA U-20 World Cup 2023 (LOC), Erick Thohir pada Sabtu 11 Maret 2023 sore mengunjungi Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Soreang, Bandung.

Ia meninjau langsung aneka fasilitas Stadion Si Jalak Harupat yang rencananya akan dipakai menghelat Piala Dunia U-20 tersebut.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan renovasi Stadion Si Jalak Harupat bisa kelar sesuai jadwal, sehingga FIFA bisa terpuaskan saat melakukan verifikasi.

BACA JUGA:Diduga Suap Wasit, Barcelona Terancam Sanksi UEFA

Dalam peninjauan di Kabupaten Bandung, pria kelahiran 30 Mei 1970 itu didampingi Menpora, Zainuddin Amali, Ratu Tisha (Wakil Ketua Umum PSSI), tim dari Kementerian PUPR, sejumlah anggota exco, serta panitia LOC ajang nomor dua terbesar FIFA itu.

Erick melakukan inspeksi ke sejumlah titik, antara lain: ruang ganti pemain dan perangkat pertandingan, media center, ruang konfrensi pers, area parkir, hingga lapangan pertandingan serta infrastruktur pendukung lainnya.

Secara detail ia ingin memastikan kesiapan venue, mengingat pada 21-27 Maret 2023 pihak FIFA bakal melakukan verifikasi ulang.

“Kita hadir ke sini karena peduli ingin memastikan ada pendamping dan ada hal-hal yang tidak diinginkan, kita bisa perbaiki kekurangan-kekurangan sedini mungkin.”

BACA JUGA:Sempat Bolak-balik ke Deposit Box, PPATK Blokir Rekening Rafael Alun

“Pada 21-27 Maret ketika FIFA hadir. Pada saat itu akan terasa lebih sulit buat kita. Maka kami bersungguh-sungguh di sini untuk mendukung Pemda.”

“Dan tentu saja apa yang sudah dilakukan pemerintah pusat, untuk memastikan enam stadion, salah satunya kebanggaan kita, Si Jalak Harupat yang jadi kebanggaan warga Jawa Barat, jangan jadi sia-sia karena stadion ini akhirnya dicoret FIFA tak lolos verifikasi,” kata Erick.

Kabar bagusnya kondisi rumput lapangan pertandingan yang awalnya bermasalah, disebut tim dari Kementerian PUPR yang terparah di antara 6 stadion calon penyelenggara pertandingan, kini sudah dalam kondisi siap pakai.

BACA JUGA:Timnas Israel U-20 Datang ke Indonesia, Kemenlu: Tegas dan Tetap Konsisten Dukung Palestina

SJH menjadi salah satu stadion yang dipilih untuk pertandingan Piala Dunia U-20 yang dijadwalkan terselenggara 20 Mei-11 Juni. 

Event akbar yang diikuti 24 negara itu rencananya akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang), dan Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Pihak Kementerian PUPR dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung sudah melakukan perbaikan untuk memastikan tidak ada genangan air saat hujan datang. Dalam sejumlah uji coba, permasalahan satu ini sudah teratasi.

 BACA JUGA:Mencari Bibit Pemain Sepakbola, PSSI Kota Cirebon Gelar Liga Ini

Pengerjaan infrastruktur penunjang masih berproses, akhir Maret ini diyakini kekurangan yang ada sudah bisa dibereskan.

Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi saat melakukan renovasi. Salah satunya adalah perbedaan standar infrastruktur yang digariskan FIFA.

Misalnya saja lintasan lari di area yang mengelilingi lapangan wajib ditutup oleh rumput sintetis. Permintaan FIFA sedang dalam proses pengerjaan, diprediksi pada 20 Maret sudah tuntas 100 persen.

Berbeda dengan di Palembang, tidak ada catatan berkaitan dengan lapangan latihan. Area steril sudah dari khalayak. Tak perlu ada area terbuka yang harus ditutup buat kepentingan privasi tim-tim yang memakainya.  

“Pemda Jabar sudah berkomitmen membereskan semua sesuai deadline, agar saat FIFA hadir semua beres dan hasilnya maksimal.”

BACA JUGA:Seli Fondo, Event Tahunan Komunitas Sepeda Lipat Cirebon Sukses Digelar

“Kejuaraan U-20 ini event yang terakhir datang di Asia Tenggara itu 23 tahun lalu, dan belum tentu datang lagi ke Indonesia.”

“Jadi ini perlu keseriusan. Saya akan mendorong sekuat tenaga agar stadion ini bisa lolos verifikasi FIFA,” tutur Erick.

Sejatinya SJH berpengalaman menggelar event-event sepak bola berskala internasional. Venue yang diresmikan pada Januari 2003 itu pernah jadi salah satu tuan rumah Piala Asia 2007.

Sebagai informasi, Stadion berkapasitas 35.000 orang tersebut terhitung sering menghelat laga-laga internasional kelas AFC yang melibatkan Timnas Indonesia berbagai level.

Di level domestik stadion satu ini juga kerap dipakai bertanding klub kebanggaan warga Jawa Barat, Persib Bandung.

BACA JUGA:Inilah Pesan Rektor UMC Saat Membuka Baitul Arqom Dosen dan Struktural

“Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menjadi komitmen sama-sama, pemerintah pusat dan juga pemda.”

“Ajang ini event kedua terbesar di FIFA, bintang besar layaknya Diego Maradona lahir dari turnamen ini. Di Indonesia akan nanti banyak pesepakbola bintang yang akan lahir.”

“Menjadi tuan rumah adalah momen yang tepat buat kita memperlihatkan ke dunia bahwa Indonesia siap. Sebagai catatan PSSI pada 2019 berencana mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Ujian agar bisa sukses di masa depan ya Piala Dunia U-20 ini,” tutur Erick.

BACA JUGA:Gelar Pengobatan Gratis di Kedondong Kidul, RSUD Arjawinangun Ingin Jangkau Pelayanan ke Warga Pelosok

“Kalau kita tidak lolos ujian, masak 2034 kita masih nekat mengajukan diri. Event Piala Dunia U-20 amat penting buat bangsa kita. Ini harus jadi gerbang pembuka bukan malah gerbang penutupan,” timpalnya lagi.

Sebelumnya, Erick Thohir menyatakan Stadion Jakabaring siap menggelar Piala Dunia U-20 2023.

Dengan hampir menuntaskan persyaratan kelayakan yang diminta FIFA, stadion yang dipakai di Asian Games 2018 untuk pertandingan sepakbola wanita itu siap digunakan. (jun)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportse