Dulu Gubuk Janda, Gedung Perundingan Linggarjati Berubah Jadi Hotel dan Tempat Bersejarah

Dulu Gubuk Janda, Gedung Perundingan Linggarjati Berubah Jadi Hotel dan Tempat Bersejarah

Salah satu wisata bersejarah di Linggarjati Kabupaten Kuningan.-Yuda Sanjaya-radarcirebon.com

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Gedung Perundingan Linggarjati dalam perjalanannya mengalami perubahan beberapa kali, mulai dari rumah janda hingga jadi hotel.

Melansir dokumen resmi Gedung Perundingan Linggarjati, awalnya pada tahun 1918, bangunan tersebut adalah berupa gubuk milik Ibu Jasitem.

"Dulunya ini gubuk milik seorang janda yang dinikahi orang Belanda. Lalu Ibu Jasitem dinikahi dan dibawa ke Belanda," kata petugas yang memandu pengunjung, kepada radarcirebon.com, Minggu, 4, Juni 2023.

Singkat cerita. Gubuk tua tersebut berada di lokasi yang memiliki pemandangan menarik, karena berada di bawah kaki Gunung Ciremai.

BACA JUGA:Pratama Arhan Ungguli Messi, Bakal Dikantongi? Lihat FIFA Head to Head Indonesia vs Argentina

Lantas dibeli seorang Belanda bernama Tersana yang punya usaha pabrik gula di wilayah Cirebon.

Pada tahun 1921 Tersana lantas memperbaiki bangunan ini hingga kondisinya jauh lebih baik. Sehingga bukan lagi gubug, tetapi bangunan permanen.

Selang 9 tahun kemudian, bangunan tersebut dibeli oleh Jacobus Koos Johannes van Os. Dia adalah pengusaha yang punya perusahaan di Cirebon.

Di tangan van Kos, bangunan tersebut diubah menjadi rumah tinggal untuk dia dan keluarganya. Termasuk Joty Ter Kulve sang putri, yang sampai dengan saat ini masih sering berkunjung untuk mengenang masa kecilnya.

BACA JUGA:Lieu de Memoire, Sebutan Gedung Perundingan Linggarjati dari Putri van Os

Tahun 1935, gedung tersebut diubah menjadi hotel karena dikontrak oleh Theo Huitker dengan nama Hotel Rustoord. 

Hotel ini kembali berhanti nama setelah Jepang menguasai. Dari Rustoord berubah menjadi Hokayryokan.

Meski hanya memiliki 5 kamar, hotel di kaki Gunung Ciremai ini, punya pemandangan yang sangat indah dan halaman luas.

Setelah Indonesia merdeka, hotel ini pun kembali berganti nama menjadi Hotel Merdeka. Lantas dijadikan lokasi perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Belanda pada tahun 1946.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: