20.000 Penyambutan Demo Memadati Mahad Al Zaytun, Berbaris di Depan Gedung HM Soeharto

Peserta penyambutan demo Mahad Al Zaytun mengikuti apel pagi.-Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com
"Bernyanyi untuk mengaburkan suara pendemo. Tugas kita bernyanyi dan sekali waktu Asmaul Husna, supaya suaranya hilang," katanya.
Ditegaskan Abdul Halim, apapun yang dipancing supaya terjadi sesuatu, agar tidak dilayani. Tetap tenang dan bernyanyi. Sebab di bagian luar sudah ada TNI dan Polri.
"Jangan ada lagi ucapan selain yang dikomandokan pada ketua, atau pengawas tim di kelompok. Jangan ada teriakan," tegasnya.
Diungkapkan dia, pada demo yang lalu juga ada penyusup masuk. Bahkan diketahui sendiri oleh syekh.
BACA JUGA:TERKINI: Suasana di Mahad Al Zaytun Jelang Demo, Pendukung Sudah Kumpul, Ghost Rider Banaspati Siaga
"Bernyanyi untuk melawan suara kalau dia orasi. Sekali lagi, kami minta perhatiannya. Kita sambut mereka dengan bernyanyi nasonal maupun internasional," tandasnya.
"Mari kita jaga tempat kita, mahad kita. Siapapun yang akan menodai. Ini mahad kita, tempat kita. Allah bersama kita," tegasnya.
Sementara itu, dalam arahan teknis, Toni Ismawan menambahkan, ada pembagian personal di gerbang 2 dari Jawa Barat sejumlah 100 personel.
Lokasi gerbang 3, 100 personel. Di gerbang selatan, 100 orang dan kekuatan mahasiswa. Dari gate lain ditepatkan perwakilan Jawa Barat dan karyawan. Sedangkan selebihnya ada di gerbang utama yakni perwakilan Jawa Barat serta Banten.
BACA JUGA:Sebelum Demo, di Mahad Al Zaytun Ada Mbah Gimbal: Podo Surabayane Rek!
"Kegiatan satu pekan yang lalu, masih ada tukang asong masuk. Untuk kali ini jangan dibiarkan," tegasnya.
Sebab, harus diwaspadai ketika ada tukang asong dan minuman masuk. Yang tidak diketahui kandungannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: