Bandara Kertajati Bukan Milik Bandung, Tapi Bandaranya Jawa Barat, Semua Daerah di Rebana 45 Menit

Bandara Kertajati Bukan Milik Bandung, Tapi Bandaranya Jawa Barat, Semua Daerah di Rebana 45 Menit

Bandara Kertajati merupakan milik Jawa Barat.-BIJB-radarcirebon.com

BANDUNG, RADARCIREBON.COM - Bandara Kertajati ditegaskan sebagai milik dari Provinsi Jawa Barat. Bukan BANDUNG, juga Cirebon adn Majalengka.

Ditegaskan Kepala Badan Pengelola Metropolitan Rebana, Bernardus Djonoputro bahwa keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan inftastruktur global.

Kehadirannya dapat menghubungkan wilayah-wilayah di Jawa Barat dengan dunia. Untuk dunia usaha misalnya, cukup 45 menit dari kawasan Rebana menjangkau Kertajati lalu bisa ke Timur Tengah hingga Eropa.

Apalagi dengan dukungan proyek infrastruktur lainnya, yang menunjang pergerakan masyarakat dan barang menjadi lebih mudah.

BACA JUGA:Rute Pernerbangan Bertambah, Polres Majalengka Siap Amankan Bandara Kertajati

Kemudian pada Oktober 2023 nanti, Bandara Kertajati sudah bisa dioperasikan secara penuh dan diharapkan adpat dioptimalkan.

Apalagi konektivitas sudah tidak menjadi isu lagi sekarang ini, karena Tol Cisumdawu sudah beroperasi dan dapat mempercepat perjalanan dari Bandung ke Bandara Kertajati.

Yang tidak kalah penting adalah Pelabuhan Samudera Patimban untuk menghubungkan barang-barang produksi Indonesia ke dunia global, tanpa harus menjadi feeder Singapura dan lainnya.

"Wilayah ini sangat menjanjikan, pertumbuhan ekonomi bisa terjamin di utara Jawa Barat," kata Bernie, sapaan akrabnya.

BACA JUGA:MURAH BANGET! KUR Syariah Pegadaian Cuma Rp 9Ribu per Hari, Cukup Modal KTP, KK dan Buku Nikah

Dijelaskan dia, wilayah Rebana sudah memiliki 10 juta penduduk. Karenanya, produk kebijakan yang diterapkan harus inklusif.

BP Rebana memastikan bahwa di dalam merencanakan wilayah ke-7 kota dan kabupaten mengutamakan kearifan lokal dan modal dasarnya.

"Sebagian infrastruktur besar sudah mulai terbangun dan terlihat  di wilayah Rebana. Masyarakat dari 7 kota dan kabupaten ini, sudah bisa bergerak dengan leluasa," tuturnya.

Begitu juga pergerakan barang yang didukung dengan adanya Tol Cipali dan Tol Cisumdawu. Masyarakat harus bisa mendapatkan manfaat dari konektivitas kepada dunia luar. Cuma selangkah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: