Hati-hati dengan Rayuan Maut Pinjol, Enaknya Hanya Sekali, Penderitaan bisa Sampai Mati

Hati-hati dengan Rayuan Maut Pinjol, Enaknya Hanya Sekali, Penderitaan bisa Sampai Mati

Rayua maut pinjaman online atau pinjol yang dapat menyebabkan seseorang terbuai dan terbelit masalah keuangan.-Istimewa-radarcirebon.com

Orang satunya lalu mengajak penonton mengunduh aplikasi pinjol lewat link di video. Sambil menjelaskan bunga rendah tak sampai 1% dan tenor panjang hingga 12 bulan. 

Dalam durasi 30 detik, penonton dicekoki narasi pinjol sebagai solusi dari segala masalah finansial. Mau bayar kuliah tanpa mengurangi uang jajan? Pakai pinjol. Mau beli tiket konser? Pakai pinjol. Mau bayar utang ke teman? Pakai pinjol. Apa pun masalahnya, pinjol jalan keluarnya.

Iklan pinjol selalu menyasar celah dalam proses pinjaman perbankan yang berbelit. Mereka bilang hanya butuh KTP dan nomor telepon untuk mengajukan pinjaman pinjol.

Ditambah lagi, dalam banyak iklan pinjol, limit pinjaman bukan ditentukan dari penghasilan bulanan, melainkan berapa lama seseorang memakai nomor hp-nya. Alasan yang sama sekali tak masuk akal.

BACA JUGA:Sekda Jabar Setiawan Serahkan Ventilator Pada 13 RSUD di Jawa Barat

Dari situ wajar kalau disimpulkan iklan pinjol kebanyakan menyesatkan. Mereka dengan sengaja menjerumuskan orang-orang yang tidak teruji kemampuan melunasi utangnya untuk berutang secara ugal-ugalan. 

Iklan pinjol membentuk ilusi di kepala penggunanya seolah-olah limit besar yang mereka dapat adalah uang mereka sendiri. 

Mereka juga kerap disalahkan setelah terjerat pinjol karena kurang cermat membaca risiko di baliknya. Sebagian orang akan mengejek mereka dan berkata: “Salah sendiri, jangan pinjam kalau gak mampu bayar.”

Bagi orang yang melek keuangan tentu tak bakal sembarangan tergiur dengan akses mudah yang ditawarkan pinjol. Namun, masalahnya, berapa banyak masyarakat yang literasi keuangannya bagus?

BACA JUGA:Waspada! Jika Ada Orang Asing Minta Pertemanan di Akun IG, Jangan-Jangan Pelaku Scammer, Ini Ciri-cirinya

Bayangkan ada korban PHK lagi mumet mikirin belanja popok dan susu, tiba-tiba dijejali dengan iklan pinjol yang berbunyi: Wah aku dapet 20 juta; wah aku dapet 30 juta; wah gampang banget cara pakainya; wah bunga bulanannya sedikit banget! Apa tidak terpancing?

Alih-alih mengedukasi, iklan pinjol justru tampak menyasar golongan rentan. Mereka yang tak tahu bahaya dan risiko pinjol agar terjerat layanan mereka. 

Orang-orang dibuai dengan kemudahan mendapat uang instan. Tentu tanpa dibekali pengetahuan bagaimana semestinya berutang agar mampu membayarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: