Sekala dan Niskala, Panjang Jembatan Selat Bali - Jawa Hanya 39 Kilometer, Tapi Mustahil Dibangun

Sekala dan Niskala, Panjang Jembatan Selat Bali - Jawa Hanya 39 Kilometer, Tapi Mustahil Dibangun

Panjang Jembatan Selat Bali hanya 39 kilometer tetapi wacana ini ditolak. -Ist-radarcirebon.com

BACA JUGA:WHOOSH Kereta Cepat Jakarta Surabaya Lewat Kertajati, Ini Rincian Daerah yang akan Dilewati di Majalengka

Menurut dia, akses Jawa - Bali sudah cukup hanya menggunakan kapal laut dan pesawat. Tidak perlu jalur darat dengan jalan tol ataupun jembatan.

"Jembatan Jawa - Bali, tidak! Saya tolak!" tegas Koster, seperti dilansir dari Asumsi, pada medio Juli 2023.

Ditegaskan dia, alam sudah menciptakan bahwa Pulau Jawa dan Bali terpisah. Sehingga jalur transportasi yang memungkinkan memang hanya cukup lewat laut dan udara.

Selain faktor alam, Koster blak-blakan bahwa ada mitos atau mitologi Hindu yakni Dang Hyang Siddhi Mantra.

BACA JUGA:Luhut Bocorkan Rute Kereta Cepat Jakarta Surabaya, Lewat Kertajati, Cirebon, Lalu ke Jogja dan Solo

Mitologi tersebut secara jelas menyebutkan bahwa Jawa dan Bali memang dipisahkan laut sebagai pembatas, sekaligus alam yang menyaring pengaruh negatif dari luar.

"Pembangunan Jembatan Jawa dan Bali bisa melanggar adat istiadat yang sakral bagi masyarakat," tegas dia.

Karena itu, Wayan Koster tegas menolak wacana tersebut baik pembangunan jembatan atau tol bawah laut dengan desain dinding kaca.

Meski secara ekonomi menguntungkan, tetapi akan memberikan pengaruh buruk kepada masyarakat dan merusak tatanan sosial, budaya juga politik masyarakat.

BACA JUGA:Jembatan Jawa Bali Ditolak Warga Pulau Dewata, Bukan Cuma Soal Mitos, Mereka Tidak Ingin Hal Ini Terjadi

Karenanya meski membentang hanya 5 kilometer dan rencana pembangunan Jalan Tol Selat Bali juga memiliki panjang sebatas 39 kilometer, tetapi deretan wacana tersebut terus ditolak oleh masyarakat maupun pemuka agama dan pemerintah daerah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: