3 Alasan Warga Surakarta Cirebon Tuntut Kuwu Mundur

3 Alasan Warga Surakarta Cirebon Tuntut Kuwu Mundur

Warga Desa Surakarta Kabupaten Cirebon, menuntut Kepala Desa atau Kuwu Surakarta mundur.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com

BACA JUGA:Kepung Kantor Desa, Warga Surakarta Cirebon Tuntut Kuwu Mundur

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Surakarta bersama perangkat desa setempat, melakukan unjuk rasa meminta Kepala Desa atau Kuwu Kuryati mundur dari jabatannya.

Unjuk rasa yang dilakukan warga bersama perangkat desa itu, imbas kekecewaan atas kepemimpinannya yang dianggap tidak memihak warga.

Selain tidak memihak warga, ternyata gaya kepemimpinan Kuwu Surakarta juga dikeluhkan oleh perangkat desanya sendiri.

Menurut pengakuan perangkat desa, honor yang mereka terima sering tidak sesuai dengan kinerja yang sudah dilakukan.

BACA JUGA:Marak Upaya Gusur dan Geser Suara, Mahfuz Sidik: Ini Bentuk Praktik Kecurangan Pemilu Legislatif

Honor yang seharusnya mereka terima, sering kali dipotong oleh kepala desanya itu.

Hal tersebut diakui sendiri oleh Ajidin, salah seorang Perangkat Desa Surakarta yang berposisi sebagai Kepala Dusun (Kadus).

Kepada awak media, Ajidin mengaku honor yang seharusnya diterima, ternyata dipotong oleh pimpinanya itu.

Padahal menurut Ajidin, honor yang diterima itu, sudah ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes).

BACA JUGA:SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Gelar Semaan Ke-4

"Seharusnya mendapatkan honor Rp2 juta, tetapi yang diterima Rp1,5 juta, dipotong 500 ribu oleh kuwu," jelas Ajidin kepada awak media.

Dijelaskan lebih lanjut, menurut Ajidin tidak hanya honor yang selalu dipotong, tetapi hak lain milik perangkat desa juga mendapat potongan.

"Honor apapun, dan juga tanah bengkok," ungkapnya.

Tidak hanya itu, dirinya selaku perangkat desa, hingga saat ini belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai bukti keabsahan dirinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: