Daya Motor

Lapangan Kerja Formal Terbatas, Inilah Solusi dari Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Simak Penjelasannya

Lapangan Kerja Formal Terbatas, Inilah Solusi dari Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Simak Penjelasannya

Sektor pertanian bisa menjadi solusi mengatasi pengangguran jika bisa digarap secara maksimal.-Andre Mahardhika -radarcirebon.com

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Menjadi petani atau bergelut dibidang pertanian dapat dijadikan solusi kongkrit ditengah terbatasnya lapangan kerja formal saat ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi mengungkapkan, transformasi sektor pertanian tidak hanya bicara teknologi, tetapi juga tentang manusia yang menggerakkannya.

Hal tersebut terlontar saat dirinya hadir sebagai narasumber pada kegiatan Pelatihan Literasi dan Digitalisasi Keuangan bagi UMKM Regenerasi Petani, yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, bertempat di Gedung PLUT Kabupaten Kuningan, Jalan Baru Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, regenerasi petani merupakan langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional. Terlebih, para petani muda didorong untuk menjadi operator nantinya.

BACA JUGA:Hadiri Ultah PPDI ke-19, Herman Khaeron Berjanji Perjuangkan Nasib Perangkat Desa di DPR RI

BACA JUGA:Diduga Ada Praktik Prostitusi Terselubung di Cirebon Timur, Raden Hamzaiyah Minta Pemkab Lakukan Ini

BACA JUGA:Aturan Jam Malam untuk Pelajar Disosialisasikan oleh Pemerintah Kelurahan Kesenden Kota Cirebon

“Kami telah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Para petani muda inilah yang nanti akan menjadi operatornya.”

“Ini bukan hanya soal alat, tapi bagaimana anak-anak muda menjadi motor penggerak pertanian ke depan,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengajak para peserta pelatihan yang mayoritas adalah petani muda binaan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat untuk membuka wawasan bahwa wirausaha di bidang pertanian merupakan solusi nyata di tengah terbatasnya lapangan kerja formal.

“Perekonomian digital membuka peluang baru. Masyarakat membutuhkan solusi dan wirausaha hadir sebagai kunci kemandirian bangsa.”

“Dengan membuka wirausaha baru, kita bisa menyerap pengangguran, menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian, dan membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan,” tegasnya.

BACA JUGA:Ungkap Kasus Curanmor di Arjawinangun, Satreskrim Polresta Cirebon Tangkap 2 Residivis, 1 DPO

BACA JUGA:Ada Bahaya Kesehatan Mengintai, KKI Desak Pemerintah Buat Aturan Penggunaan Galon Air Isi Ulang

BACA JUGA:KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Pemagaran Sterilisasi Stasiun, Ini Tujuannya..

Dr. Wahyu juga menekankan bahwa keberhasilan dalam berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh teknis bisnis, tetapi juga kesiapan mental dan semangat juang.

“Faktanya, 80 persen kesuksesan bisnis itu psikologis, sisanya baru teknis atau mekanis. Kita harus senantiasa optimis, melihat kegagalan sebagai pelajaran dan kesulitan sebagai peluang.”

“Dalam wirausaha, ada tiga dorongan utama: dorongan untuk berprestasi, dorongan untuk mempengaruhi, dan dorongan untuk dapat diterima,” ungkapnya penuh semangat.

Wahyu menegaskan pentingnya regenerasi petani sebagai agenda strategis pembangunan daerah dan nasional.

BACA JUGA:DPC KAI Kota Cirebon Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis Untuk Masyarakat, Cek Lokasinya!

BACA JUGA:5 Wisata Malam di Cirebon Paling Menarik, dari Kuliner hingga Bersejarah Ada Semua

Terlebih, salah seorang generasi petani asal desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang mendapat perhatian di tingkat provinsi.

“Kami sangat bersyukur bahwa salah satu binaan kami, Kang Wildan, mendapat perhatian di tingkat provinsi. Ini adalah bukti bahwa program regenerasi petani yang kami jalankan membuahkan hasil nyata,” ucapnya.

Desa Cihirup memiliki 170 hektar lahan sawah produktif dan 20 hektar yang sudah tidak digarap. Di tengah keterbatasan itu, kehadiran Wildan sebagai petani milenial adalah kebanggaan bagi kami.

"Semoga ia bisa menjadi yang terbaik dan menjadi inspirasi bagi pemuda lain untuk turun ke sektor pertanian," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase