500 Ribu Lebih Pemilih Dicoret, Status Tidak Memenuhi Syarat

500 Ribu Lebih Pemilih Dicoret, Status Tidak Memenuhi Syarat

SURABAYA - Jumlah pemilih dalam pilgub Jatim diprediksi menyusut. Itu seiring dengan temuan daftar pemilih tetap (DPT) yang berstatus tidak memenuhi syarat (TMS). Pemilih TMS itu ditemukan Bawaslu dan KPU Jatim. Temuan terbanyak adalah pemilih yang ditengarai anomali serta ganda. Data terakhir, angkanya tembus 500 ribu orang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Sebab, ditemukan juga data calon pemilih yang berpotensi TMS karena faktor lain. Berdasar hasil rekapitulasi pengawas terhadap data pemilih pada pilgub yang dilakukan Bawaslu dan seluruh panwaslu kabupaten/kota, di antara total DPT yang mencapai 30 juta, ditemukan 506.513 pemilih berstatus TMS. “Itu hasil analisis DPT yang dilakukan seluruh panwas,” kata Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi, kemarin. Dia lantas menjelaskan proses analisis DPT. Menurut dia, Bawaslu dan seluruh panwaslu kabupaten/kota menggunakan aplikasi khusus untuk mengecek akurasi data pemilih. Dari seluruh DPT berstatus TMS, temuan terbanyak adalah pemilih yang tidak dikenal. Jumlahnya, 268.824 orang. Lembaga pengawas tersebut juga menemukan 37.199 pemilih berstatus ganda. Ada juga penyebab yang lain. Data pemilih berstatus TMS itu ditemukan di seluruh kabupaten/kota. Temuan terbanyak ada di Kabupaten Blitar (235.949 pemilih). Disusul Kabupaten Kediri (131.197 pemilih), serta Kabupaten Sidoarjo (40.465 pemilih). Dia mengatakan, pihaknya bersama KPU kabupaten/kota sudah menindaklanjuti ketidakberesan itu. “Jika memang nanti temuan itu benar-benar terklarifikasi, daftar pemilih TMS itu harus dicoret dari DPT,” tegasnya. Dengan temuan-temuan itu, jumlah DPT pilgub nanti berpotensi bakal menyusut secara faktual. Meski demikian, temuan tersebut dipastikan tidak mengubah jumlah DPT yang telah ditetapkan KPU Jatim. Sementara itu, KPU Jatim belum menerima laporan tersebut. Meski demikian, lembaga itu tidak menampik adanya temuan Bawaslu dan panwaslu. “Sebenarnya temuan-temuan itu sudah kami peroleh. Saat ini sudah ditindaklanjuti bersama rekan-rekan pengawas,” kata Komisioner KPU Jatim Khoirul Anam. KPU sudah mencoret cukup banyak daftar pemilih dalam DPT. Namun, perubahan jumlah data pemilih mungkin akan terus terjadi. Sebab, KPU Jatim juga mendeteksi sejumlah penyebab data pemilih yang berpotensi menjadi TMS. Mulai alih status hingga pindah domisili. “Karena itu, pergerakan data pemilih masih akan terjadi,” katanya. Anam memastikan, seluruh temuan data pemilih yang berstatus TMS langsung dicoret dari DPT. “Tetapi, itu tidak sampai mengubah jumlah DPT yang telah ditetapkan,” katanya. (ris/c4/oni)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: