Ratusan Calon Siswa di Kota Cirebon Belum Dapat Sekolah, Ini Sebabnya

Ratusan Calon Siswa di Kota Cirebon Belum Dapat Sekolah, Ini Sebabnya

CIREBON – Ratusan calon siswa yang belum mendaftar sekolah ternyata benar adanya. Penyebabnya, mereka masih berharap bisa masuk ke sekolah tertentu. Padahal kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menyisakan 552 kursi kosong. Kemudian ada 10 SMPN dan 14 SMP swasta yang kekurangan siswa. Usulan Komisi III DPRD pun ditolak Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam rapat konsultasi yang juga dihadiri Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Komisi III mengharapkan agar jumlah siswa dalam rombongan belajar ditambah dari 32 menjadi 36-42 kursi. Kemudian menghendaki penambahan rombongan belajar di beberapa sekolah. Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad merekomendasikan rombongan belajar tetap mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) 14/2018. Dalam aturan itu disebutkan bahwa kapasitas maksimal setiap rombel adalah 32 siswa. Sejalan dengan dirjen dikdasmen, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman menyarankan agar calon peserta didik segera mendaftar. Apalagi masih kekosongan kuota di SMPN maupun SMP swasta. “Silakan masuk ke sekolah lain yang kuotanya belum terisi penuh,” ujar Jaja, Jumat (20/7). Seperti diketahui, sekolah yang masih kekurangan siswa tetap membuka pendaftaran lewat jalur offline. Mekanisme penerimaan ini berlangsung selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dihubungi dalam perjalanan pulang ke  Cirebon, Anggota Komisi III DPRD, Jafarudin mengaku hanya berupaya memperjuangan siswa untuk diterima di sekolah terdekat. Ratusan siswa itu kebanyakan tersisih dari jalur zonasi. Sayangnya Jafar tak merinci wilayah mana yang dimaksud. Diperkirakan jumlahnya 300-400 siswa. \"Kami bukan memaksakan kehendak. Kami ingin mereka masuk sekolah,” tuturnya. Dengan hasil konsultasi ini, Jafarudin berharap disdik bisa mengatur siswa yang belum masuk. Termasuk segera mengisi kuota sekolah yang masih kosong. Namun apabila, orang tua siswa tetap menolak, dipersilakan mencari sekolah swasta. \"Tahun lalu Kota Cirebon sudah diberikan tolerensi. Jadi untuk tahun ini tidak bisa dapat lagi,\" jelasnya. Selain itu, Jafarudin juga mewanti-wanti agar disdik mengantisipasi siswa yang melakukan eksodus. Rombel yang sudah ada di setiap sekolah harus dikunci. Artinya, siswa yang sudah mendaftar di sekolah, tidak lagi diperbolehkan mencari sekolah lain. \"Kita tidak ingin lagi ada kejadian tahun lalu. Intinya nanti kita sama-sama jaga itu. Kalau ada yang melanggar bisa dilaporkan, dan ditindak,\" tegasnya. (jml)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: