Ini Pesan Wagub Uu Soal Penanganan Stunting di Ciayumajakuning

Rabu 14-06-2023,03:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Moh Junaedi

BACA JUGA:Jelang Indonesia vs Argentina, Ketum PSSI Erick Thohir Lakukan Inspeksi ke SUGBK

Karena sangat berbahaya bagi kemajuan bangsa dan negara jika dibiarkan.

"Orang yang stunting biasanya memiliki IQ yang rendah. Kalau generasi muda IQ nya di bawah, ini sangat berbahaya untuk kemajuan bangsa dan negara."

"Oleh karena itu stunting bukan hanya tugas satu dinas, tetapi tugas dari berbagai macam dinas."

BACA JUGA:BARU LAGI! Istilah Islam Suwinti saat Istighosah di Mahad Al Zaytun, Simak Penjelasan Jamaah Ka’batullah

"Makanya kenapa yang ditugaskan dalam penurunan stunting adalah para wakil (wakil kepala daerah), karena salah satu tupoksi wakil disamping kemiskinan identik dengan stunting, juga ada tugas koordinator ASN, para pejabat yang ada di daerahnya masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cirebon Hj Eti Herawati mengatakan, Kota Cirebon menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. 

"Posisi saat ini berada pada 17 persen setelah mengalami penurunan sebesar 13,06 persen dari prevalensi stunting sebesar 30,6 persen pada tahun 2022."

BACA JUGA:BARU LAGI! Istilah Islam Suwinti saat Istighosah di Mahad Al Zaytun, Simak Penjelasan Jamaah Ka’batullah

"Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan beragam upaya dan kegiatan gotong royong entaskan stunting dengan nama program “Si Penting” (Siaga Peduli Penanggulangan Stunting) dengan kerja kolaboratif pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha maupun media sesuai dengan konsep pentahelix," katanya.

Eti menuturkan, percepatan penurunan stunting merupakan kerja bersama bukan hanya kerja pemerintah saja. 

"Semua sektor dan semua elemen di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon sama-sama terlibat dalam program pengentasan stunting."

BACA JUGA:Mau Tahu? Ada 9 Alasan yang Bikin Bisnis Kuliner Bankrut, Oh Ternyata

"Melalui kegiatan Monitoring Evaluasi Aksi Stunting ini, kita semua berharap akan tercapai hal-hal baik yang berguna untuk menambah motivasi para pendamping atau pemangku bidang atau urusan," tuturnya.

Masih di tempat yang sama, Wakil Bupati Indramayu, Hj Wahyu Tjiptaningsih menjelaskan, sejumlah kuwu (kepada desa) di wilayah Kabupaten Cirebon juga menganggarkan dana untuk penurunan kasus stunting.

“Teman-teman kuwu sudah menganggarkan, banyak ragamnya. Khusus untuk dana dari CSR, kami telah mendesak untuk tidak meminta uang, namun program apa yang bisa dilakukan untuk penurunan stunting yang dikoordinasikan melalui Bapeda," jelasnya.

Kategori :