“Kami ingin mengedukasi masyarakat untuk bisa lebih peduli kepada lingkungan. Karena mencintai lingkungan sudah menjadi tagline internasional.
Kami ingin mengedukasi masyarakat terutama anak-anak yang masih dalam bangku sekolah,” tutur Cici kepada Radar Cirebon, Sabtu 26 April 2025.
Di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, setiap peserta kembali memperagakan busana yang dikenakan. Penilaian dilakukan oleh dewan juri.
Yaitu berdasarkan kreativitas, keterampilan memperagakan busana dan efisiensi dalam memanfaatkan limbah bekas tersebut.
Sedikitnya ada 2 kategori: usia 15-18 tahun dan 19-21 tahun. Didominasi siswa/siswi SMP/SMA sederajat.
BACA JUGA:Awal Mula Sengketa Tanah Terjadi di Jalan Ampera Kota Cirebon
BACA JUGA:Berstatus Pelajar Hendak Tawuran Konten, Empat Remaja Diamankan Polsek Kapetakan
Masing-masing kategori dipilih 3 terbaik. Serta ada 1 juara favorit. “Jadi ada 7 juara yang kita ambil,”jelas Cici.
Cici menambahkan, bahwa yang dilakukan menjadi yang pertama di Kota Cirebon. Diharapkan menjadi sebuah peringatan bahwa sampah selalu ada di sekeliling kita.
Bisa menjadi sesuatu yang berharga ketika mampu dimanfaatkan menjadi nilai ekonomis maupun seni kreativitas seperti eco-chic parade tersebut.
Cici berharap pemerintah dapat mensupport lebih kegiatan serupa yang berbau tentang lingkungan. Bukan hanya dilakukan kali itu, tapi berkelanjutan.
Sehingga dapat memberikan contoh konkret dan membuktikan bahwa dari sampah bisa menjadi karya.
BACA JUGA:48 Angkatan SMAN 1 Cirebon Gelar Reuni Akbar, Walikota Cirebon Bangga Jadi Alumnus
BACA JUGA:Berbeda dengan Dedi Mulyadi, Mendikdasmen Malah Sarankan Study Tour Jangan Dilarang
Persiapan pra acara dilakukan selama 2 bulan. Hingga H-1, masih ada peserta yang mendaftar.
Jika persiapan lebih matang, Cici yakin fashion show dapat terlaksana secara lebih akbar dengan peserta dari lintas agama yang lebih masif. Apalagi ini gratis, tak dipungut biaya. (ade)