Situ Bagendit adalah danau yang menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Garut. Danau ini sangat luas dan menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat sekitar.
Menurut legenda, danau ini terbentuk karena keserakahan Nyai Bagendit. Meski hidup bergelimang harta, ia sangat enggan berbagi dengan warga miskin.
Suatu hari, datanglah seorang kakek yang meminta bantuan, namun Nyai Bagendit malah mengusir dan menghinanya.
Karena kecewa, kakek misterius itu menancapkan tongkatnya ke tanah. Saat dicabut, air menyembur tak berhenti. Warga yang tinggal di sekitar rumah Nyai Bagendit segera berlarian menyelamatkan diri.
BACA JUGA:4 Destinasi Wisata Pantai di Indramayu, Nomor 3 Ada yang Baru
BACA JUGA:Museum Topeng Cirebon Kini Gratis, Koleksi Bertambah Jadi Magnet Wisatawan
Sayangnya, Nyai Bagendit terlambat lari, dan ia bersama hartanya tenggelam. Saat ini, Situ Bagendit sudah ditata dengan rapi, dan ada banyak atraksi wisata yang bisa kamu nikmati.
3. Situ Cangkuang dan Kampung Pulo
Selain Situ Bagendit, Kabupaten Garut juga punya Situ Cangkuang yang tak kalah populer.
Di sini, kamu bisa menikmati keindahan danau sekaligus mengunjungi Candi Cangkuang, sebuah candi kuno yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-8 Masehi.
Di lokasi yang sama, ada juga Kampung Pulo yang kaya akan sejarah. Menurut cerita, kampung ini dulunya dihuni oleh Eyang Embah Dalem Arief Muhammad, seorang penyebar agama Islam yang sangat melegenda.
Konon, ia memiliki enam anak perempuan dan satu anak laki-laki. Hingga kini, keturunannya tidak ada yang meninggalkan Kampung Pulo karena sudah menjadi tradisi leluhur.
Lokasi Kampung Pulo berada tepat di depan gerbang Candi Cangkuang, jadi kamu bisa menikmati dua destinasi menarik sekaligus saat berkunjung ke sini.
4. Goa Sunyaragi
Sebagai salah satu dari lima tempat wisata yang disebutkan, Goa Sunyaragi adalah situs bersejarah peninggalan Kesultanan Kasepuhan Cirebon.
Konon, goa ini dibangun sekitar abad ke-17 hingga 18 Masehi sebagai tempat meditasi para sultan dan keturunannya.