Bupati Dian Temui Massa ‘Ciremai Memanggil’, Tegaskan Komitmen Selamatkan Gunung Ciremai

Jumat 20-02-2026,10:30 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (18/2/2026), mendadak dipenuhi suara lantang para aktivis lingkungan dan komunitas pecinta alam. 

Dalam aksi damai bertajuk “Ciremai Memanggil”, mereka menyuarakan penolakan terhadap dugaan penyadapan getah pinus tanpa izin resmi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Di tengah massa, Dian Rachmat Yanuar hadir langsung menemui peserta aksi. Kehadirannya disambut dialog terbuka yang berlangsung hangat namun tegas. 

Bupati menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Gunung Ciremai, ikon alam kebanggaan warga Kuningan dan Jawa Barat.

BACA JUGA:Tragis! Lansia di Indramayu Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Diduga Kerabat Sendiri

BACA JUGA:KDM Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Majalengka, Siapkan Relokasi dan Kampung Wisata

“Kuningan adalah Kabupaten Konservasi. Arah pembangunan harus selaras dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” tegas Dian di hadapan massa.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti adanya dugaan perundungan terhadap aktivis lingkungan yang ikut menyuarakan isu ini. 

Dian memastikan telah berkomunikasi dengan pihak terkait agar tidak ada lagi intimidasi atau tekanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Dugaan Penyadapan Sejak 2021

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Dukung TMMD ke-127 di Majalengka, Jalan Desa 1 Km Dibangun

BACA JUGA:Waspada! OJK Cirebon Peringatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Aplikasi

Perwakilan aktivis dari AKAR, Amalo, mengungkapkan dugaan praktik penyadapan getah pinus tanpa dasar perjanjian kerja sama resmi disebut telah berlangsung sejak 2021. 

Ia menilai aktivitas tersebut bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak ekologis serius.

Menurutnya, penyadapan yang tidak sesuai kaidah dapat melemahkan struktur batang pohon pinus, mengganggu keseimbangan ekosistem hutan, hingga meningkatkan risiko longsor di lereng Gunung Ciremai. 

Kategori :