RADARCIREBON.COM – Kabupaten Majalengka sedang jadi sorotan lantaran ratusan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan.
Ratusan bangunan sekolah di Majalengka dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Mulai sedang hingga berat.
Situasi ini menambah daftar panjang persoalan pendidikan di daerah, khususnya terkait fasilitas belajar yang layak.
Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 323 gedung sekolah di Majalengka mengalami kerusakan.
BACA JUGA:Nasib Honorer Kabupaten Cirebon di Tengah Kebijakan PPPK Paruh Waktu
BACA JUGA:Bupati Majalengka Ancam Ambil Alih Jika Konflik Unma Tak Kunjung Selesai
Jumlah tersebut terdiri dari 39 satuan PAUD, 221 sekolah dasar (SD), serta 63 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di berbagai kecamatan.
Angka ini menunjukkan bahwa persoalan sekolah rusak di Majalengka bukanlah kasus sporadis, melainkan masalah sistemik yang membutuhkan penanganan serius.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, mengakui bahwa tingginya angka kerusakan menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi ini semakin kompleks akibat keterbatasan anggaran yang dipicu oleh kebijakan efisiensi di tingkat nasional.
BACA JUGA:Sengketa BRT Cirebon Belum Usai, PD Pembangunan Ditagih Rp447 Juta
BACA JUGA:Atlet Popda Kuningan Dapat Apresiasi, Pemkab Siapkan Dukungan Lebih Besar
“Permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah mengajukan program revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Upaya ini dilakukan guna mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara lebih masif dan terstruktur.