CIREBON - Pegulat senior Kabupaten Cirebon Hendri Sapta Kusumah kembali membuktikan bahwa dirinya belum habis. Pegulat yang sempat alih profesi sebagai atlet judo saat turun di Porda Jabar XII/2014 lalu itu baru saja meraih medali perak di Indonesia Open 2015 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, 1-6 September lalu. Begitu besar motivasi Hendri untuk terus berprestasi, sehingga di usianya yang sudah menginjak 30 tahun ia masih turun di kejuaraan tingkat nasional. Berbekal medali perak di Indonesia Open, dia berharap kembali dilirik PGSI Jawa Barat untuk memperkuat skuad gulat di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Pada laga final Indonesia Open yang dihelat di GOR Universitas Negri Semarang (Unnes), akhir pekan lalu, Hendri berhadapan dengan pegulat asal Kalimantan Utara, Ismail di kelas 50 kg gaya greco. Bertarung dengan pegulat yang jauh lebih junior, peraih medali perak PON 2008 itu mengaku keteteran. Meski unggul dari segi teknik dan pengalaman, tenaga Hendri tak sebanding dengan Ismail yang terpaut usia sembilan tahun. Dalam pertarungan yang berlangsung dua ronde dengan durasi dua kali 3 menit, Hendri hanya mampu mendapat empat poin. Sementara Ismail berhasil mendulang 12 angka. “Saya sudah perkirakan sejak awal. Kalau main teknik dan strategi, kemungkinan saya untuk menang lebih besar. Tapi lawan lebih mengandalkan power. Makanya, saya sulit keluar dari tekanan,” tutur Hendri, di GOR Ranggajati, Selasa (8/9). Perjalanan Hendri kembali ke arena gulat cukup berliku. Tahun lalu, dia sempat bergabung dengan kontingen judo Kota Cirebon di Porda Jabar XII/2014 Kabupaten Bekasi. Ketika itu kesempatannya untuk mengikuti Porda sebagai pegulat tertutup karena batasan usia yang diterapkan Pengprov PGSI Jawa Barat. Batas maksimal usia pegulat di Porda Jabar XII/2014 adalah 25 tahun, sedangkan pada cabang olahraga judo batasan usia sampai 35 tahun. Pada PON 2016 nanti dimana Jawa Barat akan jadi tuan rumahnya, batas maksimal usia pegulat adalah 35 tahun. Karena itu, dia berharap bisa kembali memperkuat Jawa Barat pada perhelatan akbar tersebut. Dia berharap, catatan manisnya di Indonesia Open 2015 yang diikuti tiga negara Iran, Thailand dan Kamboja selain tuan rumah Indonesia, menjadi pertimbangan PGSI Jawa Barat. “Saya sudah buktikan kemampuan di Indonesia Open. Dengan program latihan yang lebih ketat, tentu saja kemampuan saya akan berada pada level yang jauh lebih tinggi,” pungkas pegulat kelahiran Bandung, 6 April 1985. (ttr)
Raih Perak di Indonesia Open 2015
Kamis 10-09-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 18-06-2026,17:02 WIB
Penjelasan PLN soal Pemadaman Listrik di Cirebon Hari Ini, Penyebab dan Wilayah Terdampak
Kamis 18-06-2026,10:43 WIB
Simulasi Kredit Yamaha MX King 150 Terbaru 2026, DP Mulai Rp3 Jutaan Cicilan Terjangkau Mulai Rp1 Jutaan
Kamis 18-06-2026,09:30 WIB
Fitur Andalan Yamaha MX King 150 2026, Motor Bebek Bertenaga dengan DNA Balap
Kamis 18-06-2026,14:04 WIB
Nashrudin Azis Dituntut 10 Tahun Penjara, Kasus Korupsi Gedung Setda Cirebon Masuk Babak Krusial
Kamis 18-06-2026,16:45 WIB
Naturalisasi Gelombang 2 untuk Timnas Indonesia, Target PSSI dari Jerman dan Belanda Mulai Terungkap
Terkini
Jumat 19-06-2026,09:16 WIB
PGN Hadirkan Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Raih Dapur Impian
Jumat 19-06-2026,08:50 WIB
5 Mobil Hatchback Bekas Mulai Rp70 Jutaan yang Masih Diburu, Irit BBM, Perawatan Murah & Nyaman Dipakai
Jumat 19-06-2026,08:34 WIB
Yang Terbaru dari Timnas: Wonderkid AZ Alkmaar Kirim Sinyal Naturalisasi, Peluang Duel Sesama Garuda
Jumat 19-06-2026,08:01 WIB
Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Kolaborasi Dorong Kreator Indonesia Manfaatkan AI untuk Raup Peluang
Jumat 19-06-2026,07:38 WIB