Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Dahlan Iskan (kanan) dalam acara talk show yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.-Harian Disway-
Dahlan menyebut, kelima pengusaha ini merupakan orang yang tangguh-tangguh. Yang berhasil membebaskan diri dari segala utang untuk mengembangkan usaha. Meski harus berdarah-darah untuk bisa bangkit.
”Misalnya Pak Syaikhul ini. Yang pernah berurusan dengan polisi. Karena menawarkan 800 cek kosong kepada suppliernya. Dan kejadian itu ada yang di terjadi hotel ini. Katanya beliau tadi sempat trauma masuk sini,” celetuk Dahlan. Tawa peserta pun sekali lagi meledak.
Syaikhul pun membenarkan kejadian itu. Sebelum bergerak ke bisnis syariah, Ia adalah distributor benih dan pupuk pertanian. Saat itu, Ia mengakui terlalu agresif membangun pasar. Ia pun meminjam utang ke perbankan miliaran untuk mengembangkan bisnis.
Namun, saat itu merasa gelisah dengan situasi usahanya. Pikirannya tak tenang. Antara terus berekspansi tapi ada hutang yang harus dibayar. Apalagi, sang ayah, kala itu mengingatkan Syaikhul. ”Saya tidak punya senang punya anak ada utang dan sekarang,” katanya.
Sejak saat itu, Syaikhul sepakat untuk berubah. Ia pun mendatangi komunitas syariah yang kini bernama SyaREA World pada 2018. ”Dan saat itu, saya berhenti untuk utang. Dan membayar semua tagihan bertahap,” kata pengusaha asal Ponorogo tersebut.
Dahlan pun memuji langkah Syaikhul. Ia tahu, keputusan seperti berat bagi pengusaha yang sedang bergairah. ”Seperti mobil yang sedang ngebut, tapi diminta ngerem mendadak. Pasti oleng. Tapi beliau ini sepertinya tahu. Kalau terus seperti itu, ngebut terus malah bisa masuk jurang,” katanya.
Kini, setelah berhasil menuntaskan utang, bisnis Syaikhul makin moncer. Jika dulu Ia hanya sebagai agen, kini punya pabrik benih dan pupuk pertanian sendiri.
Perjuangan membebaskan diri dari utang juga dituturkan Fauzi. Sebelum bergabung ke SyaREA World, Ia harus berjibaku menutup utang yang tembus hingga Rp 140 miliar.
Ia mengakui, saat merintis usaha, kegiatan berutang sering dijalankan guna membesarkan bisnis. Awalnya, hanya pinjam Rp1-2 miliar ke perbankan. Tapi lambat laun, Ia seperti ingin terus menambah utang demi melebarkan bisnis. ”Saya sudah adiktif utang,” katanya.
Dan bencana pun menimpa bisnis Fauzi pada 2020. Saat itu ada tender besar untuk menggarap proyek. Tapi ternyata proyek tersebut tak jalan. Uang yang dikeluarkan pun macet. Pikiran Fauzi buntu.
Dari sana, Ia pun bertemu dengan komunitas SyaREA World. Lalu, mendapatkan solusi. Salah satunya segera menutup utang, meski harus menjual aset. ”Saya pun menjual aset 20 toko Indomaret,” katanya.
Dari diskusi itu, Dahlan pun mengambil kesimpulan. Bahwa para pengusaha yang punya utang miliaran itu tetap punya tanggung jawab untuk menyelesaikan masalahnya. Meski harus membakar aset-aset produktif guna menutup utang yang menumpuk.
Lalu, apakah berutang dengan prinsip syariah itu tetap ada?.
Tamu Istimewa, dari Anak Penjual Kopiah di Ampel (seri-2)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

