Yamaha 2022-09

Soroti Kinerja Dokter PNS, Aan : Jika Bandel Akan Rekomendasikan Ijin Praktek Ditutup

Soroti Kinerja Dokter PNS, Aan : Jika Bandel Akan Rekomendasikan Ijin Praktek Ditutup

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan SSi menyoroti kinerja dokter PNS yang membuka praktek saat jam kerja.--

Radarcirebon.com, SUMBER - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon mesti di kontrol. Pasalnya, tidak sedikit dokter berstatus PNS mangkir dari kerja. Memilih buka praktek diluar jam dinas. Wajar saja, Komisi IV menyoroti kinerja dokter tersebut, yang mementingkan profit oriented.  

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Aan Setiawan SSi mengatakan, banyak laporan dari masyarakat PNS dokter yang bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit mangkir dari jam kerja.

"Ini jelas tidak profesional. Karena banyak temuan tatkala melakukan sidak seperti di RSUD Waled. Kami menilai dokter PNS sudah tidak paham mana itu tugas yang wajib dan tugas diluar kedinasan," terangnya.

"Ada pasien yang sedang hamil datang jam 7 pagi sampai jam 2 siang belum ditangani dokter spesialis disana. Alasannya, dokter ada operasi pasien lain, yang satunya lagi visit ke luar, ini kan kacau," kata Aan.

BACA JUGA:Terkuak! Komnas HAM Ungkap Bukti Tiket Pesawat Ferdy Sambo Sehari Sebelum Insiden Penembakan Brigadir J

Kritikan yang dilontarkannya tersebut, lanjut Aan, bukan tanpa alasan. Bahkan alasan yang diberikan pihak RS tidak masuk akal, karena tidak diterima mentah begitu saja. Pihaknya pun mencoba melakukan klarifikasi dan penelusuran dan ternyata dokter yang bersangkutan sedang melakukan praktek sendiri diluar kedinasan.

"Kami pun dapat laporan, bahwa dokter spesialis kandungan itu masih praktek di rumahnya. Jika terus begini, ditutup saja ijin prakteknya. Jika perlu Komisi IV akan rekomendasikan surat ke IDI," ungkapnya.  

Atas temuan kejadian  itu pihaknya mensinyalir perlakuan serupa terjadi di tiap faskes di Kabupaten Cirebon.

"Kerja PNS ya 8 jam, jangan lebih mementingkan  profit iriented daripada sosial iriented. Ini harus segera dibenahi agar citra pelayanan di fasilitas kesehatan khususnya  milik daerah bisa lebih baik," pungkasnya.

BACA JUGA:Dites Urine, Bukan BCL yang Positif Psikotropika, Tapi..

Sumber: