Yamaha 2022-09

Komnas Perempuan Minta Putri Candrawathi Dilindungi, Praktisi: Ibu Brigadir J Sedang Sakit

Komnas Perempuan Minta Putri Candrawathi Dilindungi, Praktisi: Ibu Brigadir J Sedang Sakit

Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi -Ist-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, JAKARTA - Komnas Perempuan meminta agar tidak berasumsi macam-macam terkait Putri Candrawathi, istri dari Irjen Pol Ferdy Sambo.

Hal itu, disampaikan oleh Andy Yentriyani, Komisioner Komnas Perempuan terkait dengan adanya pelaporan tindak kekerasan seksual.

Menurut dia, hak perempuan harus dilindungi terutama setelah ada pelaporan tindak kekerasan seksual.

Dikatakan bahwa Komnas Perempuan sudah berkomunikasi dengan PC setelah ada permintaan dari Polda Metro Jaya untuk pendampingan.

BACA JUGA:Wajah Lucinta Luna Sekarang, Mengaku Mirip Jisoo Blackpink

BACA JUGA:Profil Krishna Murti, Mantan Atasan Ferdy Sambo yang Soroti Gus Samsudin, Kariernya Mentereng

"Kita juga harus melindungi hak perempuan setelah adanya pelaporan terhadap tindak kekerasan seksual,” kata Andy Yentriyani saat jumpa pers di Komnas HAM, Senin 8 Agustus 2022.

Karena itu, Komnas Perempuan berharap publik tidak berasumsi terhadap kondisi PC. Hal ini merupakan upaya melindungi hak sebagai perempuan.

Andy Yentriyani menjelaskan bahwa dalam pelaporan kasus kekerasan seksual, ada standar hak asasi manusia (HAM) yang perlu diperhatikan. Hal ini semata-mata agar prosesnya tak menimbulkan dampak buruk.

Komnas Perempuan sejauh ini juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, Andi menyambut baik langkah yang diambil Komnas HAM ini.

BACA JUGA:Puluhan Truk Ditilang di Gate Tol Palimanan, Ini Penyebabnya

BACA JUGA:Dugaan Rekayasa Baku Tembak Polisi, Bharada E Sebut Diperintah Atasan

Dikatakannya, Komnas Perempuan selama ini berkoordinasi dengan berbagai pihak. "Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik langkah yang diambil Komnas HAM, dimana kedua lembaga ini bisa bekerja sama,” kata Andy Yentriyani.

Terkait dengan pernyataan Andy Yentriyani, praktisi hukum Syamsul Arifin menegaskan, seharusnya Komnas Perempuan lebih detail menyampaikan informasi terkait apa yang terjadi sesungguhnya yang dialami Putri Chandrwathi.

Sumber: