Asal Usul Nama Gunung Ciremai, Dulu Bernama Gunung Gede, Diganti Wali Songo

Asal Usul Nama Gunung Ciremai, Dulu Bernama Gunung Gede, Diganti Wali Songo

Gunung Ciremai dan wilayah di sekitarnya memiliki potensi gempa dan pergerakan tanah.-Yuda Sanjaya-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, KUNINGAN - Asal usul nama Gunung Ciremai tidak lepas dari kisah para wali, terutama Sunan Gunung Jati juga peristiwa di Desa Linggarjati.

Beragam peristiwa yang terjadi di kaki gunung di Kabupaten Kuningan itu, menjadi asal usul nama Gunung Ciremai. Juga karena adanya tanaman atau buah-buah yang sangat khas.

Dikisahkan dalam cerita tutur bahwa asal usul nama Gunung Ciremai berkaitan dengan Desa Linggarjati. Dahulu, gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut bernama Gunung Gede.

Penamaan Gunung Gede memang karena bentuk dan ukuran yang sangat besar. Dikisahkan, bahwa para wali sempat melakukan musyawarah dan tadzabur alam dengan melakukan pendakian.

BACA JUGA:Innalilahi! Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah

BACA JUGA:Pemprov Jabar Evaluasi Perizinan 46 Pertambangan di Cirebon Raya

Selanjutnya, banyak nama tempat di Gunung Ciremai yang menggunakan nama berdasarkan cerita tutur dan peristiwa yang dialami oleh para wali saat melakukan pendakian.

Dalam kisah itu, juga diceritakan bahwa dulunya Cibunar adalah sebuah desa terakhir di Gunung Ciremai. Sebelum akhirnya penduduknya pindah dan sebagian ngahyang karena menolak masuk Islam.

Kisah tentang Cibunar dan desa yang penduduknya ngahyang akan diceritakan pada bagian lain dari asal usul nama Desa Linggarjati dan Gunung Ciremai.

Mengacu catatan sejarah tutur tersebut, Gunung Ciremai tadinya bernama Gunung Gede, karena ukurannya yang memang sangat besar. Kemudian para wali melakukan pendakian dan bermusyawarah di sana.

BACA JUGA:Inilah 5 Poin Kerja Sama Antara FIFA dan Indonesia untuk Benahi Sepak Bola

BACA JUGA:Arini, Balita Pengidap Apert Syndrom asal Rancaekek Dapat Bantuan Gubernur

Namun, dalam versi lain sejarah Gunung Ciremai terkait dengan nama tanaman perdu Cereme yang kemudian dalam penyebutan berubah menjadi Ciremai.

Terkait penamaan ini, memang terdapat beberapa versi. Namun dalam artikel kali ini, akan diulas mengenai sejarah Gunung Ciremai yang tadinya bernama Gunung Gede.

Hal ini, tidak lepas dari Desa Linggarjati. Yang juga tadinya bernama Desa Gede, karena berada di Kaki Gunung Gede.

Waktu itu, Desa Gede masyarakatnya belum beragama Islam. Wali Songo ketika itu datang dan melakukan musyawarah di Batu Lingga Gunung Ciremai untuk membicarakan mengenai syiar Islam.

BACA JUGA:1 Tewas dan 2 Luka Dalam Insiden Kecelakaan di Tol Cipali Subang

BACA JUGA:Bunda PAUD Sumedang Raih Penghargaan dari Mendikbudristek

Tuntas agenda musyawarah tersebut, kemudian para wali menuju ke Desa Gede. Lantas mengubah namanya menjadi Linggarjati atas usulan Sunan Kalijaga, Sunan Kudus dan tokoh lainnya.

Hampir semua dari penduduk setempat waktu itu tidak bisa menerima hadirnya agama Islam mereka tetap pada keyakinannya.

Selain itu pula sebenarnya mereka merasa takut untuk berhadapan dengan  kesaktian Para Wali.

Sehingga dengan serempak mereka melarikan diri dengan menggunakan bermacam macam ilmu kemampuannya.

BACA JUGA:Ketua MPR Usulkan Pemilihan Kepala Daerah Dikembalikan Lagi ke DPRD

BACA JUGA:49 Warga Kabupaten Cirebon Jadi Transmigran, Ini Fasilitas yang Didapatkan

Ada yang berubah wujud agar tidak kelihatan sebagaimana manusia biasa (Mokswa, Tilem)   atau  meninggalkan desa masing-masing dengan tujuan untuk bersembunyi.

Konon katanya sejak itulah Desa Gede dikenal dengan nama Desa Linggajati atau Linggarjati dan Gunung Gede sejak itu pula lebih dikenal dengan nama Gunung Cereme.

Yang diambil diambil dari kata Mangcereman (Musyawarah) dan pada masa penjajahan Belanda Gunung Cereme di populerkan dengan nama Gunung Ciremai.

Seperti diketahui, gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 mdpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

BACA JUGA:Warga Kota Tasikmalaya Geger, Ditemukan Mayat Kakek di dalam Sumur

BACA JUGA:Hasil Laga Persahabatan FIFA: Timnas Putri Indonesia Kalahkankan Singapura 2-1

Kini Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Versi lain, nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasa masam).

Hanya saja sering kali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.

Demikian asal usul nama Gunung Ciremai dalam beberapa versi. Yang juga tidak lepas dari kisah para wali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: