WAWANCARA EKSKLUSIF Syekh Panji Gumilang Mahad Al Zaytun, Masalah Salat Id Jangan Dibesar-besarkan!

WAWANCARA EKSKLUSIF Syekh Panji Gumilang Mahad Al Zaytun, Masalah Salat Id Jangan Dibesar-besarkan!

Pimpinan Ponpes Al Zaytun Syekh Panji Gumilang.-Radar Indramayu-

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) atau Mahad Al Zaytun, belakangan ini sedang menjadi perbincangan hangat, terutama setelah kejadian Salat Id yang dianggap kontroversial.

Bagaimana sesungguhnya itu terjadi? Apa saja yang disampaikan oleh Syekh Panji Gumilang? Simak wawancara langsung Adun Sastra yang bertemu langsung dengan sosok pendiri pesantren tersebut.

Saat perjumpaan tersebut, perbincangan memang tidak langsung berkaitan dengan Salat Id yang terdapat jemaah perempuan di barisan depan.

Syekh Panji Gumilang sempat mengulas lebih dahulu mengenai galangan kapal yang merupakan usaha barunya.

BACA JUGA:Soal Sholat Idul Fitri yang Viral di Medsos, Begini Penjelasan Syekh Panji Gumilang

Barulah perbincangan mengarah ke Salat Id yang menjadi perbincangan di mana-mana. Tetapi sebelum itu, Syekh meminta agar masalah ini, tidak perlu dibesar-besarkan lagi.

“Tidak usah dibesar-besarkan,” kata Syekh Panji Gumilang saat ditemui di PT Pelabuhan Samudra Biru Mangun Kencana Jalan Kertawinangun Blok Cibiuk Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. 

Pertama, Syekh Panji Gumilang menjelaskan bahwa salat dengan shaf yang berjarak sebenarnya sudah lama diterapkan di Al Zaytun.

Terutama setelah pembangunan masjid. Tetapi, baru dilakukan secara intensif setelah ada fatwa larangan salat di dalam masjid. 

BACA JUGA:Waduh! Indonesia Tidak Boleh Ikut Tanding di Cabor Bulutangkis Beregu Campuran SEA Games 2023 Kamboja

“Saat itu saya menolak adanya fatwa yang melarang masuk atau salat di masjid. Karena kalau saya tidak menolak maka semua masjid saat itu bisa kosong dan apakah kita menginginkan masjid di Makkah juga kosong?” tanya dia.

Ditegaskan Syekh Panji, jangan sampai terjadi kekosongan pada masjid untuk ibadah. Karena Sang Pencipta juga menganjurkan agar berlapang-lapang dalam majelis.

“Sang Pencipta menganjurkan berlapang-lapanglah kamu dalam majelis  karena salat adalah majelis,” tegasnya. 

Kedua, mengenai adanya perempuan di barisan belakang imam, Syekh Panji tidak mau secara khusus membahas status tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: