YA AMPUN! Menuju Pondok Al Zaytun Ada ‘Jalur Gaza’, Bertahun-tahun Merana

YA AMPUN! Menuju Pondok Al Zaytun Ada ‘Jalur Gaza’, Bertahun-tahun Merana

Kondisi jalan di sekitar Gerbang Utara Mahad Al Zaytun Indramayu.-Gmaps-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Jalan rusak bukan hanya didominasi oleh Provinsi Lampung. Hampir setiap daerah terjadi kerusakan Jalan berbeda-beda. Ada yang ringan, berat bahkan ada yang sangat parah.

Salah satu yang rusak adalah jalan yang menuju ke Gantar - Al Zaytun. Jalur itu sering dijuluki sebagai Gaza. Kependekan dari Gantar - Zaytun.

Kondisi jalan di jalur Gaza ala Dermayu ini, memang banyak mengalami kerusakan. Misalnya yang dari Losarang menuju ke Al Zaytun. Jalan tersebut memang tidak rusak parah.

Pengalaman jalan malam ketika mengawal Syech Panji Gumilang dan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dari Losarang ke Ponpes Al Zaytun. Di jalur itu banyak jalan yang berlubang, rusak dan cukup mengganggu.

BACA JUGA:ORIGINAL PABRIK, RX King Tahun 1983 Generasi Pertama, 'Inden' 3 Tahun Baru Dapat

Selain itu, jalur itu jalannya terkenal sempit. Para pengendara harus selalu waspada tingkat tinggi.

Begitu pula jalan yang dari Tol Cipali menuju Al Zaytun. Banyak jalan yang kondisinya memprihatinkan. Di beberapa tempat, kendaraan hanya bisa bergantian. Hal itu karena ada satu sisi jalan yang rusak parah.

Hal yang sama jika melalui jalur Patrol - Haurgeulis menuju Al Zaytun. Setali tiga uang. Jalan di jalur itu juga sangat memprihatinkan.

Diakui, pemerintah memang sedang giat membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Jalan jalan dibangun di pelosok-pelosok negeri.

BACA JUGA:KEREN! Bakal Hadir di Mahad Al Zaytun, Restoran Berputar di Ketinggian 201 Meter

Hal yang sama juga dilakukan Pemkab Indramayu. Daerah ini pun giat membangun sarana infrastruktur. 

Namun sayangnya pembangunan infrastruktur jalan belum seratus persen dirasakan oleh sebagian masyarakat. Terutama di Kecamatan Gantar, Indramayu Barat.  

Salah satunya adalah jalan di jalur Gaza. Sudah lama jalan di jalur itu merana. Padahal di sana ada sebuah pesantren terbesar se Asia. Namanya Mahad Al Zaytun.

Keberadaan Mahad Al Zaytun sendiri berdampak positif bagi Indramayu dan masyarakat sekitarnya.  Citra Indramayu menjadi positif sejak hadirnya Mahad Al Zaytun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: