Alasan Linggarjati Kuningan Jadi Tempat yang Sangat Bersejarah, Pahlawan Wanita ini Sangat Berjasa

Alasan Linggarjati Kuningan Jadi Tempat yang Sangat Bersejarah, Pahlawan Wanita ini Sangat Berjasa

Sosok Maria Ulfah, pahlawan wanita putri Bupati Kuningan, yang mengusulkan perundingan digelar di Linggarjati. Foto:-Istimewa-radarcirebon.com

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Desa Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dikenang dalam sejarah.

Ada momen yang sangat bersejarah terjadi di daerah ini. Kawasan sejuk di kaki Gunung Ciremai itu menjadi saksi digelarnya perundingan yang sangat menentukan.

Dikenal dengan perundingan Linggarjati. Pertemuan antara Pemerintah Indonesia yang baru berdiri dengan Belanda yang masih bernafsu menjajah.

Perundingan itu tadinya akan digelar di Jakarta. Tapi batal karena bukan daerah netral sebab dikuasai Belanda.

Delegasi Belanda pun enggan bertandang ke Jogjakarta, Ibukota sementara, di mana pemerintahan Indonesia dijalankan.

Diusulkanlah suatu daerah yang dekat dengan Cirebon. Tapi berudara sejuk lantaran berada di kaki Gunung Ciremai. Gunung tertinggi di Jawa Barat.

Siapa yang mengusulkan?

BACA JUGA:Cerita Keturunan Pemilik Gedung Perundingan Linggarjati, Tiap Tahun Masih Datang ke Kuningan

BACA JUGA:Anak Pejabat Kuningan Hilang Kontak, Wisuda di Unsil Tidak Hadir, Keterangan Dosen Jadi Titik Terang

Dia adalah Maria Ulfah, pahlawan wanita. Menteri perempuan pertama di Indonesia. Anak Bupati Kuningan, Raden Mochamad Ahmad.

Raden Mochamad Ahmad adalah Bupati Kuningan yang kelima. 

Karena itu Maria Ulfah mengenal dengan Kuningan dengan baik. Pernah tinggal beberapa tahun sebelum sekolah ke Belanda.

Siapa sangka, pilihan Maria Ulfah menuntun nasib Linggarjati hingga sekarang. Desa di kaki Gunung Ciremai itu sangat dikenal di buku sejarah.

Bangunan yang dijadikan tempat perundingan pun terus dijaga dan dirawat. Kini dikenal sebagai Muesum Perundingan Linggarjati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: