Syekh Panji Gumilang Terpojok? Setelah Demo Ada Bahtsul Masail dan MUI Bahas Al Zaytun, Tambah Lagi Tim Gabung

Syekh Panji Gumilang Terpojok? Setelah Demo Ada Bahtsul Masail dan MUI Bahas Al Zaytun, Tambah Lagi Tim Gabung

Syekh Panji Gumilang sesaat sebelum ada demo di Mahad Al Zaytun Indramayu. -Istimewa-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Apakah Syekh Panji Gumilang merasa terpojok? Pekan ini sorotan kian mengarah ke Mahad Al Zaytun INDRAMAYU.

Bersamaan dengan demo dari Forum Indramayu Menggugat (FIM), Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat melaksanakan Bahtsul Masail membahas mengenai kontroversi Mahad Al Zaytun.

Belum lagi agenda Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan menerjunkan tim penelitian untuk menginvestigasi Al Zaytun. Sementara di Provinsi Jawa Barat juga dibuat tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur.

Tim ini nantinya akan melakukan penyelidikan dan serangkaian klarifikasi terkait polemik yang muncul akibat sejumlah kebiasaan tidak lazim di Mahad Al Zaytun.

BACA JUGA:Warga Kuningan Ketipu Give Away Baim Wong Palsu, Uang Rp 20 Juta Ludes: Saya Seperti Dihipnotis

Misalnya mengucapkan salam dan menyanyikan Lagu Bahasa Ibrani: Havenu Shalom Aleichem. Kemudian shaf salat perempuan yang sejajar dengan laki-laki dan tanpa sekat. Hingga khatib perempuan saat Salat Jumat.

MUI sendiri rencananya akan meneliti akidah dan keagamaan di Mahad Al Zaytun. Mereka menggunakan indikator sebanyak 10 item, untuk menilai apakah yang terjadi di pondok pesantren tersebut dikategorikan sesat atau tidak.

Sebelumnya, Syekh Panji Gumilang menegaskan, dirinya akan berada di depan untuk menghadapi tuduhan dan fitnah tersebut.

"Jangan takut. Syekh di depan," kata Syekh Al Zaytun dengan nada berapi-api saat Taushiyah Salat Jumat, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Diguncang Gempa Bumi Beberapa Kali, Begini Hasil Assesment BPBD Kabupaten Cirebon

Syekh juga berpesan agar masyarakat jangan sampai terbakar oleh fitnah keji yang dilayangkan di media sosial. Sebab, itu bisa mengganggu Indonesia.

"Jangan dibakar oleh kayu api dari manusia itu. Indonesia rumahku, Asia halaman rumahku. Afrika, Eropa, Amerika, tempat rekreasiku. Itulah yang harus diamankan dunia," tegasnya.

Sebaliknya, syekh menuding bahwa pihak yang melontarkan fitnah tersebut memiliki misi untuk menutup dan mengambil alih Mahad Al Zaytun. 

"Gara-gara mau ngambil Al Zaytun, membuat fatwa macam-macam. Tidak laku. Semua yang kalian tetapkan itu, bohong belaka," tegasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: