4 Situs Al Zaytun Dijebol Hacker, Pelaku Tidak Akan Berhenti Sebelum Tujuan Tercapai

4 Situs Al Zaytun Dijebol Hacker, Pelaku Tidak Akan Berhenti Sebelum Tujuan Tercapai

Situs milik Al Zaytun yang dibobol para hacker. Hingga Sabtu sore masih belum pulih.-Tangkapan layar.-Radar Cirebon

BACA JUGA:Presiden Jokowi Menikmati Libur Idul Adha dengan Sapa Warga di Malioboro

Salah satu situs https://pendaftaran.al-zaytun.sch.id, hingga Sabtu sore 1 Juli 2023, masih belum pulih.

Tampilan alamat tersebut berubah menjadi warna dasar biru dengan tulisan Windows Server di bagian pojok kiri atas.

Sementara itu, beberapa kotak menghiasi alamat tersebut, dengan beberapa tulisan dari berbagai negara.

Serangan terhadap situs milik Al Zaytun tersebut, belum diketahui secara pasti dimulai dari jam berapa.

BACA JUGA:Panji Gumilang Kalahkan 3 Capres, Hasil Survei Bisa Membawa Indonesia Hebat

Seperti diketahui, pertahanan cyber Mahad Al Zaytun diduga sudah jebol oleh hacker dari beberapa kelompok yang kini mengumbar beberapa data rahasia.

Data yang dibocorkan komunitas hacker itu, mencakup transaksi perbankan, daftar dosen Institut Agama Islam (IAI) Al Azis hingga tenaga teknologi informasi (IT) yang dipekerjakan Al Zaytun.

Selain itu, terdapat pula data diri Syekh Panji Gumilang beserta anak-anaknya yang dibocorkan oleh para peretasan.

Menurut keterangan mereka, kebocoran data Al Zaytun tidak akan berhenti sampai di sini. Serangan cyber juga akan terus dilakukan.

BACA JUGA:Naik Haji di Indramayu, Tawaf Keliling Al Zaytun dan Lempar Jumrah 7 Sak Semen Dibantah Syekh Panji Gumilang

Diklaim bahwa pertahanan cyber dari Mahad Al Zaytun sudah runtuh, pada beberapa website dan sub domain website seperti pendaftaran hingga lainnya.

"1.500 data transaksi Institut Agama Islam Al Zaytun. Perbankan: Bank Mandiri. Nomor rekening 134-00-0067xxx-0 dan 134-00-444xxx-1," tulis keterangan tersebut.

Dalam keterangannya hacker dari Vulzsec Team menyatakan bahwa mereka tidak mempublikasikan semua data tersebut, karena menyangkut transaksi perbankan dari mahasiswa.

Dari beberapa sampel data yang dibocorkan terdapat pembayaran untuk biaya pendidikan sebesar Rp3.900.000, hingga biaya listrik Rp300.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: