Uang Pemerintah Mengalir ke Al Zaytun, Kemenag Sebut Salah Pemahaman

Uang Pemerintah Mengalir ke Al Zaytun, Kemenag Sebut Salah Pemahaman

Pondok Pesantren Al Zaytun mendapat kucuran dana dari Pemerintah untuk biaya pendidikan. Kemenag ungkap salah pemahaman oleh masyarakat.-Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, mendapat kucuran uang dalam jumlah fantastik setiap tahunnya dari pemerintah.

Aliran uang dari negara itu, diakui sendiri oleh Pimpinan Mahad Al Zaytun, Syekh Panji Gumilang.

Bahkan menurut Panji, uang dari pemerintah disebutnya sebagai pemasukan terbesar bagi Al Zaytun.

Aliran dana dari negara bisa mencapai 36,6 persen dari total pemasukan Al Zaytun setiap tahunnya.

BACA JUGA:TERUNGKAP! Tempat Tinggal Syekh Panji Gumilang di Dalam Mahad Al Zaytun, Pindah-pindah seperti Burung

Misalnya untuk tahun 2023, jika dirincikan, Ponpes Al Zaytun menerima bantuan sebanyak Rp43,6 miliar.

Uang tersebut digunakan untuk biaya pendidikan meliputi, PAUD, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

Menanggapi pemerintah yang memberikan dana kepada AL Zaytun, Menteri Agama, KH Yaqut Cholil Qoumas memberikan alasan.

Menurut KH Yaqut, uang yang diberikan oleh pemerintah, bukan untuk mendukung Al Zaytun, melainkan untuk para siswa atau santri.

BACA JUGA:Ada 21 Gedung di Mahad Al Zaytun, Nama Yahudi seperti Yahweh dan Sinagoge Hilang, Kenapa?

Namun di mata masyarakat, sebut KH Yaqut, dukungan uang tersebut jadi salah pemahaman.

Karena menurutnya, pendidikan yang terjadi di Al Zaytun merupakan ranah Kementerian Agama yang harus diberi bantuan dana.

"Ini ranah kementerian agama yang disalahpahami, uang miliaran rupiah ke Al Zaytun itu haknya untuk anak didik atau santri," sebut KH Yaqut dikutip dari Uya Kuya TV.

Lebih lanjut menurut KH Yaqut, permasalahan yang terjadi di Al Zaytun membutuhkan bantuan dari banyak pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: