Door to Door Bandung - Kertajati Tetap 2 Jam, Perlu Transportasi yang Hemat Biaya dan Keringat

Door to Door Bandung - Kertajati Tetap 2 Jam, Perlu Transportasi yang Hemat Biaya dan Keringat

Masalah transportasi dari Bandung ke Bandara Kertajati perlu dibenahi untuk kemudahan penumpang. -Artanto Ishaam/Ist-radarcirebon.com

BACA JUGA:Festival Pitulasan Warga Pilangsari Cirebon, Kirab Kemerdekaan dan Ajang Kreativitas

Misalnya, semakin sedikit pilihan penerbangan dan maskapai di Bandara Kertajati, tentu semakin tidak menarik pula untuk penumpang.

"Semakin sedikit penerbangan, membuat Kertajati menjadi tidak menarik," kata Alvin Lie, saat diwawancarai radarcirebon.com, belum lama ini.

Ditambahkan Alvin Lie, pemerintah memang bisa memaksa maskapai untuk pindah ke Bandara Kertajati dan bila mengacu pada rencana, pengalihan pertama berlaku untuk pesawat jet.

Kemudian untuk pesawat ATR diberi waktu maksimal 1 tahun ke depan. Tetapi, masih banyak PR yang harus dibenahi di Bandara Kertajati.

BACA JUGA:Bacaleg Kota Cirebon Pakai Gelar Sultan Sepuh Buka Suara, Begini Kalimat Raden Heru

Ketika penumpang enggan ke bandar udara internasional tersebut, pada akhirnya airline yang akan merugi dan lama kelamaan menutup operasinya.

"Ujung-ujungnya adalah airline. Mereka bisa dipaksa untuk terbang dari Kertajati. Tapi bila penumpangnya tidak mencukupi, di bawah 10 orang. Tentu airline akan berguguran dan tidak melayani," bebernya.

Hal ini, tentu saja akan membuat kegagalan yang pernah terjadi pada tahun 2018 dan 2019 kembali terulang.

Sebab, pada akhirnya maskapai akan berhitung secara bisnis, apakah memungkinkan untuk tetap bertahap di bandar udara internasional itu, atau justru memilih menutup rute.

BACA JUGA:Persib Menang 2-1 Lawan 9 Pemain PSIS Netizen Masih Nyinyir, Bobotoh: Jujur Aing Ceurik

"Jadi saya agak pesimis ya, kalau hanya mengandalkan Kertajati sebagai bandara yang dipromosikan. Kemudian pemerintah menutup Bandara Husein," tegasnya.

Kembali Alvin mengingatkan, pemerintah pernah menutup Bandara Husein Sastranegara dan mengalihkan penerbangan ke BIJB Kertajati.

Faktanya, langkah tersebut tidak berhasil, meski pada saat itu yang menjadi alasan adanya belum tersedianya konektivitas ke Majalengka via Tol Cisumdawu.

"Jangan lupa pemerintah juga sudah pernah menutup Bandara Husein, tapi ternyata itu tidak berhasil. Mereka pindah ke Jakarta," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: