Ide Provinsi Cirebon Raya Kembali Muncul, Kota Cirebon Bisa Jadi Ibu Kota

Ide Provinsi Cirebon Raya Kembali Muncul, Kota Cirebon Bisa Jadi Ibu Kota

Wacana Provinsi Cirebon Raya kembali muncul di halal bihalal Dulur Cirebonan.-istimewa-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Ide Provinsi Cirebon Raya kembali mencuat di forum silaturahmi para tokoh dari wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Saat ini, moratorium pemekaran daerah memang masih diberlakukan pemerintah pusat. Tetapi tidak menyurutkan munculnya wacana provinsi baru tersebut.

Apalagi, Cirebon merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk menjadi provinsi.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Agung Laksono menyampaikan, wilayah Cirebon dan sekitarnya berpotensi dimekarkan menjadi provinsi.

BACA JUGA:Gempa Garut Magnitudo 6,2 Bukan Megatrusht, BMKG Ungkap Penyebabnya

Keterangan itu disampaikan oleh Agung saat memberi sambutan dalam acara Halal Bihalal Dulur Cirebonan di Aula Masjid Baiturrahman DPR - MPR RI pada Sabtu, 27 April 2024. 

Agung menyatakan bahwa pemekaran daerah boleh saja dimoratorium, namun ide-ide untuk memajukan daerah tidak bisa dibendung.

”Mungkin fisik dimoratoriumkan. Tetapi, pikiran kan nggak bisa dimoratorium,” kata dia di hadapan tokoh senior, tokoh muda, dan tamu undangan Halal Bihalal Dulur Cirebonan.

Menurut dia, ide menjadikan Cirebon dan sekitarnya sebagai provinsi baru adalah pemikiran yang baik.

BACA JUGA:Isu Kereta Anjlok di Mertapada Cirebon saat Gempa Garut, PT KAI: TIdak Ada, Hanya Diberhentikan

Apalagi jika landasannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan daerah. 

Saat ini, kata Agung, Pemerintah Pusat sudah membangun infrastruktur yang baik di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Waktu tempuh dari Jakarta ke Cirebon maupun sebaliknya sudah tidak lebih dari tiga jam.

Bahkan, jika proyek kereta cepat terus dikembangkan dan Cirebon menjadi salah satu titik persinggahan, salah satu tokoh senior Dulur Cirebonan itu meyakini bahwa Pantai Utara (Pantura) Jawa akan semakin maju.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: