PPDB, 489 Kursi SMPN di Kota Cirebon Masih Kosong

PPDB, 489 Kursi SMPN di Kota Cirebon Masih Kosong

CIREBON–Sedikitnya masih terdapat 489 kursi untuk kuota siswa di 7 SMPN Kota Cirebon. Paling banyak kursi kosong ada di SMPN 18. Jumlah kuota kosong ini diketahui dari hasil monitoring dinas pendidikan (disdik) ke sejumlah SMPN. Ketua Pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) H Muhammad Uu Suhaemi menjelaskan, data itu merupakan pembaruan yang dilakukan sampai pukul 08.00 WIB. Dengan masih dibukanya PPDB jalur offline di beberapa sekolah, ada kemungkinan tambahan lagi sampai penutupan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). “Silakan yang belum sekolah segera daftar,” ujar Uu, kepada Radar Cirebon, Senin (16/7). Tujuh sekolah yang kekurangan siswa, diberikan kebijakan membuka jalur offline. Mereka masih bisa menerima siswa dalam beberapa hari ke depan untuk menambah kuota. Dia pun mengimbau agar orang tua siswa yang anaknya belum bersekolah, agar secepatnya mengisi kekosongan kursi tersebut. \"Sekarang kan lagi kegiatan MPLS, kita imbau secepatnya masuk supaya. Jangan sampai ketinggalan, nanti malah diisi orang lain,\" tuturnya. Di tempat terpisah, Anggota Komisi III DPRD H Sumardi menilai, secara umum pelaksanaan PPDB tahun ini ada perbaikan dari tahun lalu. Tetapi belum meratanya sebaran siswa dan sekolah, menjadi masalah tersendiri. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi dinas pendidikan dan stake holder pendidikan. Sejauh ini, dia sendiri sudah mendengar adanya penambahan rombel di sejumlah sekolah. Hal ini memang perlu dilakukan terutama untuk mengakomodir siswa kota yang berada dekat dengan sekolah agar bisa tertampung di sekolah terdekat. Terutama untuk siswa yang keadaan ekonomi tidak mampu. \"Zonasi ini tidak otomatis memperbaiki sebaran siswa. Jadi harus diikuti sebaran sekolahnya juga,\" ucapnya. Di lain sisi, permasalahan siswa zonasi yang tersisih ini sudah diprediksi sejak awal. Zonasi terdekat ini, alat ukurnya hanya memakai Google Maps. Padahal kenyataanya, bisa saja tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pengaturan koordinat bisa saja digeser operator sekolah. Sehingga banyak siswa yang merasa dekat jaraknya dengan sekolah, kemudian tersisih. \"Ini kuncinya ada di operator. Koordinatnya yang menempatkan operator,\" tuturnya. Ini yang disebut Sumardi kelemahan PPDB online pada tahun ini. Menurutnya, sistem zonasi terdekat seharusnya diartikan mewajibkan sekolah untuk menerima siswa. Ini menjamin kemudahan bagi siswa. (jml)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: