Daya Motor

Indocement Tanam Pohon dan Serahkan Puluhan Monyet Ekor Panjang ke BBKSDA

Indocement Tanam Pohon dan Serahkan Puluhan Monyet Ekor Panjang ke BBKSDA

PT Indocement serahkan monyet ekor panjang kepada BBKSDA Jawa Barat, Senin (3/8/2026)-Cecep Nacepi-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – PT Indocement Tunggal Prakarsa menggelar kegiatan konservasi lingkungan melalui penanaman pohon buah di kawasan konservasi Gunung Blindis, Kabupaten CIREBON.

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai upaya menjaga kelestarian habitat satwa liar sekaligus mengendalikan populasi monyet ekor panjang.

General Manager Operasional (GMO)  PT Indocement Pabrik Palimanan, Katon Primanto Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi kawasan yang selama ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna.

"Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Indocement ke-51, kami mengadakan kegiatan konservasi berupa penanaman pohon buah yang mendapat dukungan dari BBKSDA dan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Penanaman ini dilakukan di kawasan konservasi Gunung Blindis dengan harapan dapat meningkatkan daya dukung habitat satwa liar, khususnya monyet ekor panjang," ujar Katon.

BACA JUGA:OJK Cirebon Ajak Perempuan Semakin Cerdas Kelola Finansial Keluarga dan Hindari Kejahatan Keuangan

Sebagai tahap awal, Indocement menargetkan penanaman sekitar 50 hingga 100 bibit pohon buah di kawasan tersebut. Selain penghijauan, perusahaan juga menyerahkan sekitar 27 hingga 30 ekor monyet ekor panjang kepada BBKSDA Jawa Barat untuk selanjutnya direlokasi ke habitat yang lebih sesuai.

Menurut Katon, pengendalian populasi monyet ekor panjang tidak dapat dilakukan dalam satu kali tindakan. Karena itu, perusahaan akan terus melakukan berbagai pendekatan bersama BBKSDA agar populasi satwa tersebut tetap terkendali.

"Masalah utamanya adalah populasi monyet yang meningkat di luar kendali sehingga mulai mengganggu operasional perusahaan, masyarakat sekitar, hingga aspek keselamatan kerja. Karena itu kami sangat serius menangani persoalan ini," katanya.

Ia menjelaskan kawasan Gunung Blindis seluas sekitar 100 hektare memang disisihkan sebagai area konservasi dan tidak digunakan untuk aktivitas penambangan. Kawasan tersebut dinilai memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga akan terus dikembangkan sebagai kawasan pelestarian, termasuk bagi habitat monyet ekor panjang.

BACA JUGA:Viral Pengamen Diduga Ajak Ribut Pengunjung di Kawasan Kuliner GTC Cirebon, Warga Pertanyakan Keamanan

Dalam pengelolaan kawasan tambang, Indocement juga memastikan seluruh kegiatan mengikuti ketentuan pemerintah, termasuk kewajiban reklamasi dan pasca tambang sesuai panduan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa kegiatan konservasi melalui penanaman bibit pohon merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem.

"Bibit pohon yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, baik dalam menjaga keseimbangan alam, meningkatkan kualitas udara, menjaga ketersediaan air, maupun mendukung keanekaragaman hayati," ujar Imron.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara PT Indocement, BBKSDA Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menjaga kawasan konservasi sekaligus mendukung pengendalian konflik satwa liar.

BACA JUGA:Kata-kata John Herdman Usai Indonesia Dibantai Vietnam, Bongkar Masalah Utama Penyebab Kekalahan Pahit

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Penyerahan Mitigation Enclosure Project (MEP) kepada BBKSDA Jawa Barat serta penyerahan bibit pohon menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat konservasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Imron, berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. (cep)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait