Bikin Ekosistem Gizi Mandiri, SMPN 7 Cirebon Tembus Asia Tenggara
SMPN 7 Kota Cirebon resmi melaju ke tingkat Asia Tenggara dalam program Nutrition Goes to School (NGTS) usai membangun ekosistem gizi mandiri secara berkelanjutan di lingkungan sekolah-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM–SMPN 7 Kota Cirebon resmi melaju ke tingkat Asia Tenggara dalam program Nutrition Goes to School (NGTS) usai membangun ekosistem gizi mandiri secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Di area internal, SMPN 7 mengelola unit budidaya burung puyuh penghasil telur dan daging, peternakan ayam petelur, kolam lele, hingga budidaya jamur sebagai penyuplai sumber protein harian siswa.
Area hutan sekolah difungsikan optimal untuk memproduksi vitamin dan serat dari aneka tanaman buah-buahan, yang kemudian diolah langsung oleh siswa lewat kegiatan cooking class berkonsep gizi seimbang "Isi Piringku".
BACA JUGA:Sebanyak 12 Siswa Bagja College Tahun Ajaran 2025 – 2026 Berhasil Menembus Universitas Indonesia
Selain itu, efisiensi energi terbarukan turut diterapkan melalui pemanfaatan panel surya guna menekan biaya operasional listrik harian.
Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Dr Hj Euis Sulastri MPd, menjelaskan bahwa konsistensi sekolah bertumpu pada empat pilar utama NGTS, yaitu edukasi gizi, kantin sehat, kebun gizi, dan kewirausahaan berbasis gizi.
"Program NGTS ini diselenggarakan oleh SEAMEO RECFON, yaitu sebuah lembaga yang berfokus mengamati dan membina gizi anak-anak di tingkat Asia Tenggara," tutur Euis, Jumat (21/8/2026).
Rintisan program ini telah berjalan sejak 2019. Dari empat sekolah awal yang menjadi proyek percontohan di Kota Cirebon, SMPN 7 dan SMPN 5 berhasil menembus level NGTS Mandiri, hingga akhirnya SMPN 7 terpilih melaju mewakili Indonesia ke tingkat regional.
BACA JUGA:Yamaha Jabar Kolaborasi dengan Girls Day Out Hadirkan Semangat Kemerdekaan Lewat Riding, Kreativitas, Ekspresi
Koordinator Program NGTS SMPN 7 Kota Cirebon, Nindya Hapsari MPd menambahkan, keberhasilan program juga ditopang oleh integrasi kurikulum gizi ke dalam seluruh mata pelajaran.
Pelajaran IPA mengaitkan materi sistem pencernaan dengan fungsi nutrisi tubuh, sementara pelajaran Matematika memanfaatkan kebun gizi sebagai media praktik menghitung luas dan keliling.
"Dari komponen edukasi gizi, program ini sudah terintegrasi langsung ke dalam mata pelajaran di kelas," ujar Nindya. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

