
Karena itu, Al Zaytun menjadi pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian, menuju masyarakat sehat, cerdas dan manusiawi.
Terkait dengan isu adanya kelompok yang ingin merebut Mahad Al Zaytun, Syekh Panji Gumilang mengaku mendapatkan informasi tersebut.
Kemudian hal itu, juga terdengar dari orang-orang dari lembaga tertentu. Mereka mengungkapkan keinginan agar Al Zaytun dikuasai oleh sebuah lembaga.
“Kalau didengar dari ungkapan-ungkapan orang yang mengatasnamakan organisasi tertentu, ada sudah keinginan supaya Al Zaytun ini dikuasai lembaga tertentu.”
BACA JUGA:LONG WEEKEND TIBA! Ini 4 Tempat Wisata Cirebon yang Gratis, Bisa Kasih Makan Rusa
“Itu suatu keinginan yang irasional dan melanggar hukum. Kalau sudah melanggar hukum, nanti hukum yang menanganinya,” tegasnya.
Tapi, Syekh Al Zaytun pun yakin, bahwa upaya itu tidak akan berhasil. Kalaupun berhasil, mereka tidak akan mampu menangani dan mengelola lembaga pendidikan.
“Yang kedua, nggak bakal bisa. Andai ada kekuatan yang mengambil alih, tidak akan mampu. Karena yang akan tampil adalah aku. Sementara di sini yang tampil adalah kita. Sifatnya kebersamaan. Mendirikan pendidikan seperti ini, itu bukan aku. Kalau aku, lemah. Tapi kita, supaya kuat," tegasnya.