Dengan jam operasional tersebut, Dian menyebutkan bandara tetap menerima penerbangan setiap harinya.
Bahkan, di saat pandemi Covid, Bandara Kertajati tidak bisa menolak penerbangan yang sudah mengantongi izin.
"Setiap harinya ada saja penerbangan yang kita terima, karena kita tidak bisa menolak," jelasnya.
Dijelaskan lebih jauh, setiap karyawan yang menempati posisi tertentu di bandara, selalu stand by setiap harinya.
BACA JUGA:Gerbang Tol Cisumdawu Selalu Berganti Nama, Pernah Dilakukan di Seksi 1
Namun untuk fasilitas penumpang yang ada di bandara, pihaknya membatasi penggunaan untuk alasan efisiensi.
"Misalnya ruangan yang ada pendinginnya, kita matikan ketika tidak ada penumpang, supaya efisien," imbuhnya.
Namun, jika ada jadwal baik penerbangan atau kedatangan, maka semua fasilitas yang ada, dioptimalkan.
"Jadi tidak benar jika Bandara Kertajati disebut mangkrak," tegasnya.
Adapun untuk jadwal penerbangan penumpang pasca pandemi, Dian mengakui bahwa terjadi pengurangan yang cukup signifikan.
Namun dengan berkurangnya jumlah penerbangan penumpang, tidak serta merta membuat pihak bandara menjadi lesu.
Untuk tetap bertahan, pihak BIJB mengalihkan segmen lain yang lebih menanjikan di masa pandemi.
"Kita beralih ke bisnis kargo supaya bisa tetap bertahan," kata Dian.
BACA JUGA:Bojan Hodak Bocorkan Hal Tidak Bagus dari Persib Jelang Laga Lawan PSIS, Begini Kalimatnya
Dalam pengelola kargo tersebut, menurut Dian, merupakan bisnis yang sangat menjanjikan usai pandemi Covid.