BACA JUGA:Seorang Santri Tenggelam saat Main Air di Sungai Blok Posong Arjawinangun, Tiba-tiba Turun Hujan
Terutama dihubungkan dengan perluasan Keraton Pakungwati (sekarang Keraton Kasepuhan Cirebon) yang terjadi pada tahun 1529 M, dengan pembangunan tembok keliling keraton, Siti Inggil dan lain-lain.
Sebagai data perbandingan, Siti Inggil dibangun dengan ditandai candra sengkala 'Benteng Tinataan Bata' yang menunjuk angka 1529.
Di kedua tempat itu juga terdapat persamaan, yakni terdapat gapura 'Candi Bentar' yang sama besar bentuk dan penggarapannya.
Pangeran Kararangem hanya membangun kompleks Gua Arga Jumut dan Mande Kemasan saja.
BACA JUGA:Bupati Imron: Perpanjangan SIM dan Pembuatan SKCK Bisa Dilayani di Mal Pelayanan Publik Sumber
Pada tahun 1997, pengelolaan Goa Sunyaragi diserahkan oleh pemerintah kepada pihak Keraton Kasepuhan.
Peninggalan sejarah ini, kini menjadi destinasi andalan wisata Kota Cirebon.
Setiap akhir pekan atau musim liburan, banyak pengunjung dari luar kota menyempatkan diri berkunjung ke Goa Sunyargi.
Letaknya yang persis di tepi jalan utama, tempat yang juga dikenal dengan sebutan Taman Air Goa Sunyaragi, menjadi pilihan untuk berwisata.
BACA JUGA:Pimpinan DPR RI dan Perwakilan Perangkat Desa Sudah Bertemu, Begini Nasib Pembahasan Revisi UU Desa
Terdapat tempat parkir yang luas. Selain itu, area taman bagian depan mendapat sentuhan baru untuk istirahat para wisatawan.
Terdapat juga panggung budaya yang digunakan untuk pementasan kesenian Cirebon.
Secara garis besar, Tamansari Sunyaragi adalah taman para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan.
Di dalam komplek, terdapat 12 bagian yang memiliki nama dan fungsi yang berbeda. 12 bagian itu adalah sebagai berikut.
BACA JUGA:Kendalikan Inflasi, Polresta Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah di Balai Desa Jatipancur
- Bangsal jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.
- Gua pengawal sebagai tempat berkumpul par apengawal sultan.
- Kompleks Mande Kemasan (sebagian hancur).
- Goa pandekemasang sebagai tempat membuat senjata tajam.
- Goa simanyang sebagai tempat pos penjagaan.
- Goa langse sebagai tempat bersantai.
- Goa peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh.
- Goa arga jumud sebagai tempat orang penting keraton.
- Goa padang ati sebagai tempat bersemedi.
- Goa kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan.
- Goa lawa sebagai tempat khusus kelelawar.
- Goa pawon sebagai dapur penyimpanan makanan