Imron Satpam DPRD Kabupaten Cirebon Mengenang Suasana Mencekam Demo 30 Agustus

Senin 01-09-2025,12:18 WIB
Reporter : Khoirul Anwarudin
Editor : Tatang Rusmanta

“Pas ingat motor, saya coba keluar lagi. Tapi di situ saya merasa sangat shock dan sedih pas lihat motor saya sudah terbakar," kenang Imron dengan suara bergetar.

“Alhamdulillah ketemu sama pendemo yang baik. Saya bilang, ‘Pak, saya satpam, saya orang tua, saya mau keluar,” tambah Imron lagi.

BACA JUGA:Pasukan Berseragam Lengkap Siaga di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Ada Juga yang Berpakaian Preman

Di tengah kekacauan itu, sejumlah demonstran menenangkan Imron. Dia sempat diberi air mineral untuk membantu menenangkan diri.

“Saya masih merenungi motor yang sudah terbakar habis. Terus ada yang menepuk pundak saya, disuruh keluar saja. Akhirnya saya dituntun sampai bisa kembali masuk ke pos di Kantor ATR/BPN,” tuturnya.

Namun demikian, suasana hati Imron tetap saja kacau. Meski sudah berusaha, hatinya tetap tidak tenang.

Sekitar pukul 16.00 WIB, saat suasana di sekitar Gedung DPRD Kabupaten Cirebon sudah mereda, Imron akhirnya memberanikan diri untuk keluar lagi.

Di saat itulah dia melihat dengan jelas sepeda motornya sudah hangus terbakar. Yang tersisa tinggal rangkanya.

“Saya enggak bisa ngomong apa-apa. Hanya bisa nangis lihat motor sudah tinggal rangka. Tapi mau bagaimana lagi, yang penting saya sehat,” ujarnya lirih.

Motor Imron memang sudah diganti oleh Selebgram, Willie Salim yang memberikan 1 unit Yamaha NMax. Sepeda motor tersebut diberikan pada Senin, 1, September 2025.

Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa peristiwa itu masih menyisakan trauma yang mendalam. Ia mengaku setiap kali mengingat peristiwa itu, dadanya masih terasa sesak.

Imron yang sudah bertugas sebagai satpam di lingkungan DPRD Kabupaten Cirebon sejak 2020. Baginya, kejadian ini bukan sekadar kerugian materi, melainkan juga guncangan batin.

“Sampai sekarang masih shock. Walaupun katanya di media sosial udah viral, tapi kejadian itu sempat bikin mental kami semua turun, teman-teman yang lain juga sama." ujarnya.

Sampai saat ini, ia juga mengaku masih diliputi perasaan bersalah. Sebagai seorang satpam, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kantor tersebut.

Namun demikian, keluarganya selalu mengingatkan bahwa dalam kondisi yang tidak terkendali seperti saat peristiwa itu, siapapun akan kesulitan menghadapinya.

“Walaupun begitu, kami tetap harus bertugas sampai shift selesai. Kemarin saya diantarakan pulang oleh Pak Tedy, Kuwu Kasugengan Lor," ujarnya.

Kategori :