BACA JUGA:Unjuk Rasa di Kuningan, Pihak Keamanan dan Demonstran Kompak Bersih-Bersih
BACA JUGA:Ini Dia Rentetan Teror Satwa Liar di Kuningan, Petugas Tebar Kotoran Singa
Bupati menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan daerah berbanding lurus dengan kehidupan masyarakat.
Kondusivitas di Majalengka harus dijaga agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar.
Dia juga menekankan kepentingan bersama harus di kedepankan. Petani bisa menjual hasil panen, pedagang nyaman membuka lapak, hingga investor percaya menanamkan modal.
“Sebaliknya, jika suasana gaduh, dampaknya akan langsung dirasakan rakyat kecil. Karena itu menjaga kedamaian bukan hanya kebutuhan, tetapi juga pesan kemanusiaan yang harus diwariskan bagi generasi mendatang. Majalengka yang damai akan melahirkan generasi dengan rasa aman, sementara Majalengka yang gaduh hanya meninggalkan luka sosial,” ungkapnya.
Sebagai mantan Sekretaris Daerah, Eman memahami betul pentingnya stabilitas. Baginya, keamanan dan ketenangan adalah fondasi pembangunan.
“Tanpa rasa aman, sehebat apa pun rencana pembangunan akan sulit diwujudkan,” tambahnya.
Wakil Ketua DPRD Ingatkan Kearifan Lokal
Sejalan dengan pesan bupati, Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana, mengingatkan masyarakat agar memegang teguh nilai kearifan lokal Sunda.
“Silih asih, silih asah, silih asuh adalah ajaran luhur urang Sunda. Kalau itu dijalankan, Majalengka akan selalu damai,” ucapnya.
Ketua DPD Partai Golkar Majalengka itu juga berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya.
Di era media sosial, informasi simpang siur kerap memicu gesekan horizontal.
“Leuwih hade cicing batan nyarita nu matak cilaka. Lebih baik diam daripada bicara yang menimbulkan petaka,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan moral bahwa kehati-hatian dalam menyikapi informasi merupakan bagian penting dari menjaga harmoni di masyarakat.