Pengiriman TNI ke Gaza, TB Hasanuddin Ingatkan Bahayanya: Jangan Sampai Jadi Eksperimen

Minggu 15-02-2026,20:00 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Pemerintah Siapkan 8.000 Prajurit

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Indonesia tengah bersiap mengirim pasukan keamanan melalui ISF. 

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut jumlah personel yang direncanakan mencapai sekitar 8.000 prajurit TNI.

ISF sendiri dibentuk berdasarkan resolusi yang diajukan Amerika Serikat dan disetujui Dewan Keamanan PBB pada 17 November 2025. 

Resolusi tersebut memberikan kewenangan kepada negara anggota PBB bersama Board of Peace untuk membentuk pasukan stabilisasi sementara di Gaza di bawah komando terpadu.

Dalam skema tersebut, Israel disebut akan menarik pasukannya setelah ISF mengambil alih kendali penuh atas wilayah Gaza. Namun, dinamika politik dan keamanan di lapangan dinilai masih sangat kompleks.

Perlu Kajian Mendalam dan Transparansi

Di tengah situasi geopolitik yang sensitif, suara kritis dari DPR menjadi pengingat bahwa kebijakan luar negeri, khususnya yang melibatkan pengerahan militer, harus melalui kajian matang. 

Transparansi mandat, kejelasan struktur komando, serta dukungan internasional yang menyeluruh menjadi faktor kunci.

Pengiriman TNI ke Gaza bukan sekadar soal partisipasi global, tetapi juga menyangkut kedaulatan, keselamatan prajurit, dan kredibilitas Indonesia di mata dunia. 

Pemerintah pun didorong untuk membuka ruang dialog publik agar keputusan yang diambil benar-benar berpijak pada kepentingan nasional.

Kategori :