Sudah 99 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Dihubungkan Vaksin Covid-19, Kemenkes: Tidak Ada Hubungan

Sudah 99 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Dihubungkan Vaksin Covid-19, Kemenkes: Tidak Ada Hubungan

Juru Bicara Kemenkes, dr Syahril dan dr Siti Nadia menjelaskan mengenai gagal ginjal akut pada anak, dan dilaporkan hingga kini sudah 99 yang meninggal dunia.-Kemenkes-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, JAKARTA - Sudah 99 anak meninggal dunia karena gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI), sampai data dirilis pada 18, Oktober 2022.

Sebanyak 99 anak yang meninggal dunia karena gagal ginjal akut, terjadi di 20 provinsi dan terbanyak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, 99 anak yang meninggal dunia maupun mengalami gagal ginjal akut tidak ada hubungannya dengan vaksin covid-19.

"Dari hasil pemeriksaan, tidak adahubungan kejadian AKI dengan vaksin covid-19 maupun infeksi covid-19," tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Syahril, dalam keterangan tertulis yang dikutip radarcirebon.com, Kamis, 20, Oktober 2022.

BACA JUGA:Jadwal 16 Besar Denmark Open Hari Ini: Masih Ada 7 Wakil Indonesia, 5 Ganda Putra

BACA JUGA:Polres Metro Jakarta Utara Amankan 4 Pekerja Renovasi Kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center

Menurut dr Syahril, gangguan gagal ginjal akut relatif menyerang anak pada usia kurang dari 6 tahun. Sedangkan vaksin covid-19 tidak diberikan kepada usia tersebut.

"Program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun. Sementara gangguan AKI umumnya menyerang anak usia di bawah 6 tahun," tutur dr Syahril.

Sebagai informasi kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau acute kidney injury (AKI) banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

Laporan kejadian gagal ginjal akut tersebut, terjadi sejak akhir Agustus 2022. Adapun penyebabnya masih dalam penelitian.

BACA JUGA:Daftar 15 Obat Sirup Mengandung Etelin Glikol dari 18 yang Diuji, Parasetamol Tetap Aman

BACA JUGA:Timnas Indonesia U-20 Gelar TC di Turki, Shin Tae Yong: Kami Fokus pada Skill Dasar dan Performa Pemain

Dalam keterangannya, dr Syahril menambahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), epidemiologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Farmakolog dan Puslabfor Polri masih melakukan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dan mengetahui penyebab dari terjadinya gagal ginjal akut pada anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: