Ridwan Kamil Bisa Menjadi Capres Kebanggaan Jawa Barat, Akademisi Cirebon: Ada Gambaran Karakter...

Ridwan Kamil Bisa Menjadi Capres Kebanggaan Jawa Barat, Akademisi Cirebon: Ada Gambaran Karakter...

Ridwan Kamil bisa menjadi capres kebanggaan Jawa Barat.-Ilustrasi/Dzulham Fadoli-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, CIREBON - Ridwan Kamil bisa menjadi capres atau calon presiden kebanggaan dari Jawa Barat, apalagi namanya terus merangsek naik dalam berbagai survei.

Akademisi, Khaerudin Imawan mengatakan, memang ada kecenderungan mereka yang berangkat dari Jawa Barat berbeda dengan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Termasuk pada sosok Ridwan Kamil.

"Identitas Sunda yang ramah, sederhana dari dulu memang begitu. Ada gambaran karakter yang muncul dan menempel pada sosok Ridwan Kamil," tutur Khaerudin, saat diwawancarai radarcirebon.com, Kamis, 27, Oktober 2022.

Mengenai hasil survei, wajar saja karena Ridwan Kamil memiliki beberapa hal dan menjadi sorotan publik.

BACA JUGA:Sosok Damianus Sebut Brigadir J Suka Dugem Dibenarkan Kuasa Hukum Ferdy Sambo

BACA JUGA:5 Rekomendasi Obat Batuk Anak Terbaik dan Aman

Sebab, Kang Emil, mampu menempatkan diri dalam ruang publik, dengan momentum tertentu dan kehadirannya dalam platform media sosial, podcast maupun sebagai gubernur sangat terlihat.

"Calon lain juga sebenarnya melakukan hal yang sama, tetapi intensitas yang berbeda. Semua calon punya kesempatan membangun popularitas dan menghasilkan elektabilitas," tuturnya.

Tetapi, kata dia, kesalahan branding justru akan melahirkan antipati orang untuk memilih atau elektabilitasnya tidak sesuai harapan.

Khaeuridn menyampaikan, ada sedikit kritik terhadap survei, kenapa sudah diklasifikasikan. Semestinya equal.

BACA JUGA:Brigadir J Suka Dugem dan Bawa Wanita ke Hotel Diceritakan Security Ferdy Sambo, Benarkah?

BACA JUGA:Daftar Obat Tidak Mengandung Etilen Glikol, Ada Tambahan 65, Bunda Tolong Catat Ya

Semestinya ada dua pilihan, ketika publik dapat memilih sosok tertentu sebagai calon presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak ada penggiringan publik, calon tertentu diopinikan sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

Dikutip dari Litbang Kompas, survei ini diselenggarakan pada 24 September-7 Oktober 2022. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka ini dengan total 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: