22 Video Koleksi Pelaku Pedofilia di Lahat Diketahui dari Laporan NGO Amerika, Sungguh Memalukan

22 Video Koleksi Pelaku Pedofilia di Lahat Diketahui dari Laporan NGO Amerika, Sungguh Memalukan

Pelaku pedofilia di Lahat Sumatera Selatan ditangkap polisi. Foto:-Sumeks.co-

RADARCIREBON.COM -- 22 video koleksi pelaku pedofilia di Lahat, Sumatera Selatan, kejahatannya diketahui berdasarakan laporan dari Amerika Serikat.

Ditangkapnya pelaku pedofilia di Lahat Sumatera Selatan ini berawal dari laporan Non-Governmental Organization (NGO) di Amerika Serikat.

Pelaku pedofilia di Lahat ini berinisial BH (47), dengan korbannya yaitu siswi SD berusia 7 tahun. Setelah BH ditangkap, fakta baru pun terungkap.

Ternyata ada 22 video organ genital yang dia koleksi dan di simpan di Google Drive. 22 video tersebut milik dari bocah korban perilaku bejat BH.

Video itu merupakan rekaman aksi bejat pelaku kepada korban. Agar tidak diketahui orang lain, tersangka menyimpan koleksi video itu di google drive.

BACA JUGA:Peringkat Mobil Daihatsu Paling Laris, Terjual Hampir 100 Ribu Unit di Tahun 2022

BACA JUGA:Putri Candrawathi Keukeuh Diperkosa, Reza Indragiri Heran Masih Bisa Lakukan Hal Ini ke Yosua

Namun pada akhirnya, koleksi video tersebut dapat diketahui juga dan justru membuat BH tertangkap. 

Itu setelah koleksi video tersangka yang disimpan di google drive justru diketahui oleh NGO di Amerika Serikat. Temuan itu lah yang dilaporkan oleh NGO di Amerika Serikat ke Polda Sumatera Selatan.

“Yakni, National Centre for Missing and Exploited Child (NCMEC), kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri,” ujar Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes M Barly Ramadhany dilansir dari Sumeks.co.

Untuk diketahui, NCMEC adalah NGO di Amerika Serikat yang fokus pada pengawasan tindak kejahatan terhadap anak-anak, termasuk kejahatan seksual.

Yang dilakukan oleh NCMEC adalah tracking IP address. dari hasil tracking itu mereka kemudian menemukan adanya salah satu IP address yang mencurigakan.

BACA JUGA:Cair Rp 4,2 Juta Per Orang! Kartu Prakerja 2023 Kapan Dibuka, Simak Informasinya, Jangan Ketinggalan

Setelah ditelusuri lebih lanjut, IP Aaddress tersebut ternyata menyimpan konten bermuatan pornografi anak di Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: